Tak Nyaman Duduk di Kursi Pesawat? Begini Cara Mengatasinya

Bagi kebanyakan orang, menggunakan pesawat juga berarti menghadapai rasa tidak nyaman saat duduk. Atasi dengan cara berikut ini

Tak Nyaman Duduk di Kursi Pesawat? Begini Cara Mengatasinya
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pesawat memang moda transportasi pilihan bagi Anda yang menginginkan efisiensi waktu perjalanan.

Namun bagi kebanyakan orang, menggunakan pesawat juga berarti menghadapai rasa tidak nyaman saat duduk, kecuali Anda menggunakan kelas utama.

Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa tidak nyaman saat duduk di pesawat?

Desain kursi pesawat, terutama pada kelas ekonomi, membuat punggung penumpang melengkung seperti huruf C. Hal ini lah yang membuat penumpang menjadi tidak nyaman saat duduk di kursi pesawat.

Baca : Antilia, Rumah Termahal di Dunia Seharga Rp19,5 Triliun hanya Dihuni 5 Orang

Cara terbaik untuk meningkatkan rasa nyaman ketika duduk di kursi pesawat adalah dengan meletakkan sandaran seperti bantal untuk diletakan di antara pinggang dan kursi. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi lengkungan "huruf C" tadi.

Namun sayangnya, tidak semua maskapai pesawat menyediakan bantal maupun selimut—untuk digulung dan dijadikan ganjalan. Sehingga alternatif lain adalah dengan menggulung jaket hingga berbentuk seperti bantal.

Selain punggung, bagian tubuh lain yang juga mengalami ketidaknyamanan selama duduk di kursi pesawat adalah leher.

Leher tidak ditopang dengan baik ketika tertidur selama di kursi pesawat, hal ini kemudian dapat menyebabkan rasa sakit pada leher.

Bantal leher adalah solusi terbaik untuk masalah seperti ini. Ada baiknya pilihlah bantal leher yang bisa membungkus seluruh leher karena dengan cara tersebut, leher dapat tertopang seutuhnya saat Anda tertidur.

Ada perbedaan besar antara pesawat terbang saat ini dengan 50 tahun yang lalu. Salah satu perbedaan utama adalah jarak kursi penumpang kelas ekonomi pada era 1968 lebih panjang sejauh lima sentimeter dibandingkan dengan kursi ekonomi pada penerbangan saat ini.

Perbedaan ini memang terjadi seiring dengan strategi bisnis dan perubahan desain pesawat. Meski begitu, produsen pesawat dan maskapai penerbangan tetap memerhatikan kenyamanan penumpang. Namun tingkat kenyamanan ini tentu berbeda satu sama lain. (Loretta Novelia Putri/NGI)

Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help