Internasional

Kabinet Israel Putuskan Penyerangan ke Suriah Jalan Terus

Kabinet Israel di bawah pimpinan PM Benyamin Netanyahu, Selasa (25/9/2018), memutuskan, operasi militer ke wilayah Suriah jalan terus.

Kabinet Israel Putuskan Penyerangan ke Suriah Jalan Terus
www.almasdarnews.com
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu 

TRIBUNJOGJA.COM - Kabinet Israel di bawah pimpinan PM Benyamin Netanyahu, Selasa (25/9/2018), memutuskan, operasi militer ke wilayah Suriah jalan terus. Catatannya, harus berkoordinasi dengan militer Rusia.

"Kami akan melanjutkan aksi kami mencegah penguatan militer Iran di Suriah dan meneruskan koordinasi militer antara IDF dan Rusia. Saya sudah berbicara dengan Presiden Putin, kelompok kerja kami akan segera bertemu sesegera mungkin," kata Netanyahu.

Keputusan ini sejalan dengan pernyataan Menhan Israel Avigdor Lieberman sebelumnya, yang menyebut Israel tidak akan menghentikan operasi di Suriah, meski terjadi tragedi penembakan pesawat Ilyushin 20 yang menewaskan 15 prajurit Rusia.

Menyusul peristiwa ini, Rusia mengirimkan sistem antirudal S-300 ke Suriah, guna mengantisipasi aksi militer asing yang mengancam kedaulatan Suriah. Israel sejak 2013 memblok usaha pengiriman rudal ini dari Rusia ke Damaskus.

Baca: Media Israel Tulis Rudal S-300 Mimpi Buruk Bagi Negaranya

Sejumlah media Israel telah menanggapi serius pengiriman sistem antirudal S-300 oleh Rusia ke Suriah. Mereka menyebut Israel akan menghadapi masalah besar.

Stasiun televisi Israel Chanel 9, menyebut Angkatan Udara Israel akan menghadapi mimpi buruk. The Jerusalem Post mengatakan, keberadaan sistem rudal canggih S-300 akan benar-benar mendongkrak kapabilitas militer Suriah.

Rudal balistik S-300 ini memiliki jangkauan 300 kilometer, memiliki alat pelacak jet dan roket. Artinya, ini bisa menjangkau wilayah Israel dan armada udara Israel di manapun berada. Perkembangan sangat serius menurut media ini.

Lebih jauh, The Jerusalem Post membeberkan, Suriah sejauh ini memiliki persenjataan kuno peninggalan Uni Soviet. Sistem pertahanan udara terbaru yang mereka miliki hanya rudal jarak pendek Pantsir S-1.

Sementara media Haaretz dalam headline-nya, menulis "Kehadiran S-300 di Suriah Membuat Israel Berpikir Dua Kali di Aksi Berikutnya". Media ini menambahkan, saat ini jadi masa paling sulit bagi Tel Aviv menyikapi perkembangan ini.

Baca: Tiba di Suriah, Pesawat Angkut Raksasa Ini Bawa Instrumen Rudal Canggih

Surat kabar Ynetnews, sebagaimana dikutip[ Sputnik Selasa (25/9/2018), secara lugas menyebut kedatangan rudal S-300 di Suriah adalah kabar buruk bagi Israel.

Halaman
12
Penulis: xna
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved