Kota Magelang

Kaos Sepeda Santai Bergambar Capres, Bawaslu Tegur Disparpora Kota Magelang

Kaos Sepeda Santai Bergambar Capres, Bawaslu Tegur Disparpora Kota Magelang

Kaos Sepeda Santai Bergambar Capres, Bawaslu Tegur Disparpora Kota Magelang
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Salah seorang peserta mengenakan kaos bergambar salah satu capres, pada acara sepeda santai Sepeda Gowes Nusantara yang diselenggarakan oleh Disparpora Kota Magelang, Minggu (23/9/2018) di Alun-alun Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang menegur Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang terkait kaos yang digunakan pada acara Sepeda Gowes Nusantara, Minggu (23/9/2018) di Alun-Alun Kota Magelang.

Kaos tersebut dinilai melanggar aturan dalam masa kampanye karena bergambar salah satu calon presiden.

Ketua Bawaslu Kota Magelang, Endang Sri Rahayu, mengatakan, pihaknya melakukan peneguran terhadap Disporapar Kota Magelang sebagai penyelenggara Sepeda Gowes Nusantara.

Pasalnya, kaos yang digunakan dan dikenakan peserta dalam kegiatan tersebut bergambar salah satu capres.

Menurutnya, kaos tersebut dinilai berpotensi melanggar aturan kampanye, dimana tidak boleh mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap peserta Pemilu sebelum, selama, sesudah masa kampanye.

Terlebih, penyelenggara dalam hal ini Disparpora adalah instansi dari pemerintah.

"Sesuai aturan pada pasal 283 Ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2017 yang mengatur bahwa pejabat negara, pejabat struktural, pejabat fungsional dalam jabatan negeri serta ASN lainnya dilaranga mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan. Dalam acara ini kami soroti soal kaos bergambar capres Jokowi," ujar Minggu (23/9/2018).

Baca: Banyak APK Dipasang di Pohon, Bawaslu Akui Himbauan Ke Pengurus Parpol Tidak Maksimal

Yayuk mengatakan, meskipun kaos tersebut bergambar salah satu capres, tetapi secara aturan tak memenuhi syarat kumulatif. Kaos tersebut hanya bergambar foto saja, tidak terdapat nomor urut, logo partai politik. Sehingga tidak dapat dikatakan sebagai alat kampanye.

"Kaos tersebut hanya ada foto saja, tidak memenuhi syarat kumulatif. Jadi kami tidak bisa katakan itu adalah kaos untuk kampanye," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan dengan menemui Kepala Disparpora Kota Magelang, dan pihak penyelenggara. Bawaslu memberikan teguran saja, Kegiatan sepeda gowes nusantara yang diikuti kurang lebih 5ribu warga tersebut tetap boleh dilakukan.

Sementara itu Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan , Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Magelang, Barkah, memberikan klarifikasi terhadap kaos tersebut. Dikatakanya, pihaknya hanya melaksanakan petunjuk pelaksanaan oleh panitia pusat.

Dalam petunjuk pelaksanaan, kaos tersebut juga hanya ada foto Jokowi sebagai presiden, dan Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi. Tidak ada logo parpol atau nomor urut dan lainnya. Logo yang tercantum hanya logo Kemenpora, Asian Para Games,logo daerah, dan logo instansi yang bekerja sama.(tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help