Ridwan Kamil Pesan Mesin Bikinan Pindad untuk Keruk Sampah di Citarum

Saya akan mulai rapat Jumat. Sesuai Perpres, saya menjadi Dansatgas Citarum. Kami sedang mempersiapkan dan memetakan

Ridwan Kamil Pesan Mesin Bikinan Pindad untuk Keruk Sampah di Citarum
IST
Backhoe atau ekskavator buatan Pindad yang diberi nama Excava 200 

TRIBUNJOGJA.COM -  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan keseriusannya untuk menangangi pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat.

"Saya akan mulai rapat Jumat. Sesuai Perpres, saya menjadi Dansatgas Citarum. Kami sedang mempersiapkan dan memetakan," tutur pria yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Selasa (18/9/2018), seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Salah satu langkah yang diambil Emil adalah dengan berencana membeli mesin pengeruk sampah yang diproduksi oleh PT Pindad.

"Secepatnya membeli mesin pengeduk sampah di sungai, dibikin Pindad. Itu mengawali peran sebagai Dansatgas," ujar Emil.

Sampai berita ini diturunkan belum disebutkan dengan pasti mesin pengeruk sampah produksi Pindad yang dimaksud oleh Emil.

TNI dan ribuan warga turun membersihkan sampah di daerah aliran sungai (DAS) Citarum yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (8/9/2017).
TNI dan ribuan warga turun membersihkan sampah di daerah aliran sungai (DAS) Citarum yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (8/9/2017). ()

Benarkah Pindad memproduksi alat pengeruk sampah?

Bukankah Pindad selama ini dikenal sebagai BUMN yang memproduksi peralatan pertahanan dan keamanan?

Merujuk pada situs resminya pindad.com, Pindad tidak hanya memproduksi alat perang pertahanan berupa senjata, amunisi, atau kendaraan tempur.

Perusahaan yang berlokasi di Bandung ini juga memiliki divisi alat berat yang memproduksi produk-produk pendukung industri konstruksi, pertambangan, perkapalan, kelistrikan, dan pertanian

Nah, alat berat yang diduga akan digunakan oleh Emil untuk mengeruk sampah ada di bagian alat berat ini, yaitu Excava 200. Excavator ini mampu mengangkut beban hingga 20 ton.

Dalam penjelasannya, Pindad menyebut Excava 200 sebagai "hasil transformasi kompetensi produk hankam, yaitu kompetensi sistem hydraulic pada kendaraaan khusus jenis recovery dan kompetensi roda rantai."

Sebanyak 58 Excava juga telah dibeli oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Oleh Kementerian PUPR, Excavator ini akan dikirim ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Morotai, Poso, Bantaeng, Lembata, Sumbawa Barat, Sukamara, Balangan, Sleman, Tasikmalaya, Sampang, Muara Enim, Bogor, Magetan, Ngawi, Gunung Kidul, Sleman. Untuk kota yakni Kota Banda Aceh, Surabaya, dan Makassar. (Ade Sulaeman/Intisari)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved