Bantul

Dispusip Bantul Bentuk Satgas Literasi, Bidik Kalangan Ibu-ibu Sebagai Ujung Tombak

Dispusip Bantul Bentuk Satgas Literasi, Sasar Kalangan Ibu-ibu Sebagai Ujung Tombak

Dispusip Bantul Bentuk Satgas Literasi, Bidik Kalangan Ibu-ibu Sebagai Ujung Tombak
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fathonaty
Kepala Dispusip Bantul, Agus Sulistiyana 

TRIBUNJOGJA.COM - Meski dari tahun ke tahun jumlah pemustaka di Kabupaten Bantul meningkat, namun tak seiring dengan minat bacanya yang masih rendah.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Agus Sulistiyana, pihaknya akan membentuk satgas literasi sebagai upaya mendongkrak minat baca di Kabupaten Bantul.

"Jumlah pemustaka meningkat, tapi masih jauh dibandingkan negara lain. Di Bantul hanya empat persen dari seluruh penduduk," kata Agus kepada Tribun Jogja, Rabu (19/9/2018) pagi.

Menurutnya, jumlah pembaca di Perpustakaan Bantul dalam satu tahun mencapai 540.000.

"Sekitar 540 ribu, tapi bukan separuh penduduk. Bisa saja satu orang tapi berkunjung 10 kali," kata dia.

Untuk itu pihaknya akan membentuk satgas literasi dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.

Baca: Pemerintah Dinilai Tidak Adil Terkait Formasi CPNS untuk Guru Honorer

"Ini inovasi kami untuk membentuk satgas literasi. Kenapa satgas literasi? Karena dia akan bergerak sendiri, seperti PAUD ada Bunda PAUD. Karena kami di bidang literasi jadi satgas literasi," paparnya.

Apa yang dimaksud satgas literasi ini kata Agus yakni para pioneer, pemerhati, dan orang yang memiliki jiwa kepustakaan.

"Dari semua kalangan, hanya saja akan cenderung mengajak ibu-ibu," paparnya.

Kata Agus, ibu-ibu diyakini menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.

"Sebagai ibu, yang jelas akan transfer segala ilmu dan kebiasaan. Anak akan meniru kebiasaan orangtuanya. Kalau ibunya senang baca, anak akan ikut," ujarnya. (tribunjogja)

Penulis: amg
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved