Rupee Melemah, India Kurangi Impor dan Undang Investor Asing

Perekonomian India tengah mengalami lonjakan tahun ini, namun mata uang mereka, rupee justru bergerak ke arah yang berlawanan.

Rupee Melemah, India Kurangi Impor dan Undang Investor Asing
Alicja Dobrucka
Kota Mumbai, India, mengalami ledakan konstruksi besar, dengan lebih dari 15 bangunan di atas 300 meter, ratusan gedung pencakar langit dan ribuan bangunan bertingkat tinggi yang sedang dalam pembangunan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Perekonomian India tengah mengalami lonjakan tahun ini, namun mata uang mereka, rupee justru bergerak ke arah yang berlawanan.

Rupee adalah salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di dunia pada 2018. Rupee telah terdepresiasi sebesar 13 persen dari dollar AS.

Hingga pada Senin, (17/9/2018) waktu setempat, nilai tukar rupee terhadap dollar AS jatuh mendekati rekor terendah menjadi 72,9 rupee per dollar AS. Padahal selama akhir pekan pemerintah setempat terus berupaya untuk memperbaiki hal ini.

Menteri Keuangan Arun Jaitley mengatakan, India akan mengurangi impor dan memudahkan investor asing untuk membeli obligasi rupee yang dikeluarkan oleh India. "Detail pembatasan impor akan diumumkan beberapa hari ke depan," sebut dia.

Tak hanya India, beberapa negara dengan pasar berkembang tengah mengalami pukulan telak lantaran terjadi ketegangan perdagangan global serta naiknya suku bunga AS yang membuat dollar AS menjadi lebih menarik dibanding mata uang negara-negara berkembang.

Ekonomi India sendiri dinilai berada pada kondisi yang jauh lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,2 persen pada kuartal II tahun 2018. Namun, anjloknya rupee berisiko memicu inflasi karena harga barang impor menjadi lebih mahal.

India sebagai negara importir energi mengalami pelemahan mata uang ketika harga minyak global mengalami peningkatan. Hal ini membuat pukulan hebat bagi India.

Intervensi Percuma

Sementara analis menyebut bahwa intervensi yang dilakukan oleh pemerintah tidak efektif dan tidak perlu lantaran melemahnya rupee disebabkan oleh faktor eksternal dan belum menjadi ancaman lantaran ekonomi India dinilai cukup kuat.

Shilan Shah, ekonom Capital Economics mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah India hanyalah polesan semata dan tidak akan memberikan perubahan signifikan.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved