Bantul

Kisah Bocah Bantul Terserang Penyakit Langka Guillan Barre Syndrome

Adapun penyebab dari penyakit GBS ini, menurut dr Imam, karena adanya gangguan dari bakteri yang menyerang sistem auto imun.

Kisah Bocah Bantul Terserang Penyakit Langka Guillan Barre Syndrome
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Trisna Azzahra sedang menjalani pemeriksaan di dalam mobil. Ia diperiksa di dalam mobil karena sendinya kaku dan kesulitan untuk turun dari mobil. 

Berawal suatu malam, ketika anak kesayangannya itu hendak tidur, tiba-tiba mengeluh sakit di bagian leher.

Padahal sebelumnya terlihat masih sehat dan baik-baik saja.

"Awal kejadian waktu itu bulan puasa. Ketika mau tidur, dia mengeluh sakit di bagian leher. Saya suruh dia tidur. Harapannya supaya besok bisa pulih. Namun, ketika saya bangunkan untuk makan sahur, badannya udah lemes. Dikira kena cikungunya, nafasnya juga sesek, langsung dibawa ke RSUD Sleman," tuturnya, Selasa (18/9/2018).

Baca: Kenali Beberapa Gejala Syaraf Kejepit

Di RSUD Sleman ternyata kondisinya semakin memburuk.

Hindati mengaku sangat khawatir akan keselamatan anaknya kala itu.

Secepatnya, ia kemudian merujuk pengobatan anaknya ke Rumah Sakit dr Sardjito.

"Di dr Sardjito waktu itu sarafnya melemah, nafasnya pakai bantuan mesin," terang dia.

Selama 28 hari, Trisna terbaring dan mendapatkan perawatan medis intensif di ruang Pediatric Intensive care unit (PICU) rumah sakit dr Sardjito.

Karena sakit GBS yang diderita Trisna sudah stadium akut, sarafnya pernafasannya terganggu.

Dirumah sakit ini pula ia terpaksa harus bernafas memakai ventilator, sebagai alat bantu pernafasan.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved