Bantul

Kisah Bocah Bantul Terserang Penyakit Langka Guillan Barre Syndrome

Adapun penyebab dari penyakit GBS ini, menurut dr Imam, karena adanya gangguan dari bakteri yang menyerang sistem auto imun.

Kisah Bocah Bantul Terserang Penyakit Langka Guillan Barre Syndrome
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Trisna Azzahra sedang menjalani pemeriksaan di dalam mobil. Ia diperiksa di dalam mobil karena sendinya kaku dan kesulitan untuk turun dari mobil. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bocah perempuan kecil itu hanya terduduk dijok belakang mobil.

Bibirnya terkatup dan tangannya tampak lemah. Namun, kedua bola matanya terlihat awas, mengamati keadaan.

Tak ada sepatah katapun terlontar dari bibirnya.

Sepotong perban masih menempel di leher sebelah kanan. 

Gadis kecil itu bernama Trisna Azzahra (12) asal Wanujoyo Lor, Desa Srimartani Piyungan.

Ia datang ke Jamkesus Terpadu di Aula gedung Pemkab Bantul II, Selasa (18/9/2018), untuk keperluan berobat.

Di usianya yang masih belia, Ia menderita penyakit langka, bernama Guillan Barre Syndrome (GBS) atau gangguan sistem kekebalan tubuh hingga menyerang saraf.

Baca: Hampir Sekujur Tubuhnya Penuh Luka karena Penyakit Langka, Maya Tetap Optimis Jadi Model

Alhasil, beberapa sendi-sendi bagian tubuh Trisna kaku, sulit digerakkan.

Ia terpaksa harus menjalani perawatan medis di jok belakang mobil ketika hendak berobat di Jamkesus Terpadu, aula pemkab Bantul II, Manding.

Sang Ibunda, Hindati (47), menceritakan, penyakit yang diderita anaknya itu terjadi sejak dua tahun silam.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved