Yogyakarta

Stadion Mandala Krida Yogyakarta Dijamin Tak Akan Lagi Ada Genangan Air saat Diguyur Hujan

Stadion Mandala Krida terus bersolek dan saat ini pengerjaan renovasi stadion telah mencapai tahap 74 persen.

Stadion Mandala Krida Yogyakarta Dijamin Tak Akan Lagi Ada Genangan Air saat Diguyur Hujan
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Stadion Mandala Krida Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dahulu, air selalu menggenang tiap kali hujan deras mengguyur lapangan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Bahkan, kandang tim PSIM Yogyakarta tersebut kerap dijadikan bahan cemoohan, layaknya kolam begitu katanya.

Namun, semua rundungan itu kini perlahan terbantahkan.

Stigma negatif yang sempat tersemat perlahan pun memudar.

Ya, Stadion Mandala Krida terus bersolek dan saat ini pengerjaan renovasi stadion telah mencapai tahap 74 persen.

Drainase stadion telah rampung digarap, bibit rumput berjenis zoysia matrella lin meer pun telah selesai ditanam diseluruh bagian lapangan stadion yang dibangun pada 1970-an tersebut.

Tenaga Ahli Circuit Atletik PT Sasmito, selaku penggarap renovasi Stadion Mandala Krida, Teddy Sofyan, menargetkan dalam waktu tiga bulan rumput telah menutup seluruh bagian lapangan.

"Ini jenis rumput zoysia matrella. Jenisnya rumput lokal yang sudah banyak digunakakn di berbagai stadion sepakbola di Indonesia. Sama seperti yang ditanam di Stadion Sultan Agung, Stadion Maguwoharjo, dan hampir semua stadion besar di Indonesia menggunakan jenis rumput ini," ujar Teddy.

Teddy menjelaskan karakteristik rumput yang ditanam di Mandala Krida memiliki daun rumput yang kecil dan tegak ke atas, serta akarnya menghujam ke bawan dan merajut.

"Rumputnya tidak mudah terlepas ketika digunakan sliding tackle, pas untuk sepakbola," jelasnya.

Sebelum rumput ditanam, saluran drainase telah dibuat agar ketika hujan tak lagi menggenang.

"Rumput ditanam di atas media pasir, sehingga resapan baik. Di bawah pasir ada drainase yang jaraknya masing-masing empat meter, jadi dengan demikian secara teori rumput ini aman untuk penggunaan 20-25 tahun tanpa genangan air, tentunya dengan perawatan," jelasnya.

"Jadi misal harus rajin digemburkan, walau bagaimana pun polusi udara membawa debu lalu jika jatuh ke rumput, itu yang akan merekatkan antar butiran pasir," pungkasnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help