Kota Jogja

Simulasi Ancaman Bencana di KTB Gedongtengen Bertujuan Persiapkan Masyarakat Siap Hadapi Bencana

Simulasi bencana yang dilakukan di KTB Pajeksan tersebut sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat

Simulasi Ancaman Bencana di KTB Gedongtengen Bertujuan Persiapkan Masyarakat Siap Hadapi Bencana
Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Simulasi Ancaman Bencana di KTB Pajeksan, Sosromenduran, Gedungtengen, Yogyakarta pada Minggu (16/9/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Simulasi ancaman bencana gempa bumi dan kebakaran di Kampung Tanggap Bencana (KTB) Pajeksan, yang dilakukan pada Minggu (16/9/2018) di Lapangan SLTP/SMU Ma'aruf, diharapkan mampu melatih masyarakat untuk tanggap ketika menghadapi bencana.

Heroe Poerwadi, Wakil Wali Kota Yogyakarta, menuturkan simulasi yang dilakukan di KTB Pajeksan tersebut sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat, agar tidak panik dan siaga dalam menghadapi berbagai bencana yang mengancam.

"Ini upaya untuk mempersiapkan masyarakat, terutama yang berada di wilayah yang dimungkinkan terjadi kebencanaan. Kita juga berikan peralatan standar yang bisa digunakan masyarakat saat menghadapi ancaman bencana, seperti kebakaran, gempa bumi," katanya.

Heroe mengatakan jika sebenarnya simulasi saja tidaklah cukup satu kali.

Oleh karenanya kegiatan seperti ini harus dilakukan secara terus-menerus.

"Ya untuk mengantisipasi kalau ada bencana. Untuk kampung Pajeksan ini ancaman bencana ada gempa, kebakaran, banjir, maupun angin puting beliung. Setiap kampung memang tidak sama," katanya.

Saat ini, di Kota Yogyakarta sendiri sudah memiliki 97 KTB dan akan ditingkatkan terus menerus setiap tahunnya.

"Yang melakukan pelatihan dari BPBD dan Dinas Kebakaran, ada pula OPD yang lain. Kita sudah ada 97 kampung yang sudah deklarasikan. Sebagian besar bantaran sungai, kita memang prioritaskan bantaran dan daerah yang penduduknya banyak," katanya.

Hari Wahyudi selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengatakan tujuan diadakannya simulasi ini untuk melatih kepekaan masyarakat ketika menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam.

"Sebelumnya kita sudah adakan pertemuan sebanyak 16 kali dengan KTB Pajeksan dan kita pilih simulasi kebakaran dan gempa bumi. Ancaman di kampung satu dengan lain itu berbeda, makanya kita pilih kedua simulasi tersebut," katanya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help