Selain Viral Rumah Pak Eko, Ada Juga Kos yang Didirikan di Jalan Akses Warga

Bangunan kos dua lantai berdiri di atas akses jalan warga. Dari Jalan Mampang Prapatan XVI, terlihat ada gang kecil yang hanya muat untuk satu motor

Selain Viral Rumah Pak Eko, Ada Juga Kos yang Didirikan di Jalan Akses Warga
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Indekos milik Anton yang didirikan di akses jalan warga Mampang Asri, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 

TRIBUNJOGJA.com, JAKARTA - Beberapa hari ini kasus rumah Pak Eko yang terkepung bangunan tetangga menjadi perhatian banyak pihak. Kasus itu pun menjadi viral di dunia maya.

Selain viralnya rumah Pak Eko, ternyata ada pula kasus serupa di Mampang Prapatan, Jakarta.

Kronologi Kasus Rumah Pak Eko di Bandung Terkepung Bangunan

Di tempat ini, warga Perumahan Mampang Asri, memprotes bangunan indekos yang didirikan salah satu tetangga mereka, Anton.

Pasalnya, bangunan kos dua lantai itu berdiri di atas akses jalan warga. Dari Jalan Mampang Prapatan XVI, terlihat ada gang kecil yang hanya muat untuk satu motor.

Cerita Lengkap Rumah Pak Eko Tak Punya Akses Jalan Terkepung Bangunan Tetangga

Padahal di atasnya, ada gapura yang lebarnya kurang lebih lima sampai enam meter. Gapura yang dimaksud berbentuk genteng. Namun asbes indekos Anton memotong gapura itu.

Menurut salah satu warga yang memprotes indekos, Henny Tamala, gapura itu memang tanda jalan yang dulunya ada.

"Iya jalannya itu, tapi kemudian sama Pak Anton dikunci, lama-lama dia bangun di situ," kata Henny, Sabtu (15/9/2018).

Sementara Anton, tak rela jalan di depan rumahnya itu dinikmati warga. Ia mengatakan, pihaknya sudah cukup baik dengan membuat jalan bagi warga kampung belakang.

Akses jalan di Perumahan Mampang Asri, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang dijadikan indekos oleh salah satu warganya, Kamis (13/9/2018).
Akses jalan di Perumahan Mampang Asri, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang dijadikan indekos oleh salah satu warganya, Kamis (13/9/2018). (KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

"Itu saya biarkan jalannya untuk warga kampung, saya tembok, kan sudah," kata Anton.

Anton diberi waktu hingga Senin (17/9/2018) untuk membongkar rumah kos-nya itu.

Halaman
123
Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help