Sains

Kisah 'CrazyRichSurabayan' Benarkah Senyata Itu?

Menurut ekonom INDEF, Bhima Yudhistira, jika dilihat dari struktur ekonominya, Surabaya memang tempatnya warga kelas menengah ke atas.

Kisah 'CrazyRichSurabayan' Benarkah Senyata Itu?
Chapture
Tagar CrazyRichSurabayan 

TRIBUJNOGJA.COM - Media sosial dipenuhi dengan tagar #CrazyRichSurabayan baru-baru ini.

Tagar tersebut muncul menyusul tayangnya film Crazy Rich Asians yang menampilkan gambaran kehidupan orang- orang kaya di Asia.

Sama seperti film tersebut, tagar ini menceritakan tentang kekayaan warga Surabaya yang disebutkan pengamat tidak pernah memamerkan kekayaannya tapi nampak di saat-saat tertentu.

Pengamat dalam hal ini adalah warganet yang berbagi pengalamannya saat bertemu dengan orang-orang kaya asal Surabaya yang konon justru suka berpenampilan sederhana.

Namun, tagar ini memicu pertanyaan, benarkah hal tersebut nyata?

Menurut ekonom INDEF, Bhima Yudhistira, jika dilihat dari struktur ekonominya, Surabaya memang tempatnya warga kelas menengah ke atas.

Baca: Tagar #CrazyRichSurabayan Jadi Trending Topik Twitter, Mereka Bahas Soal Ini

Dia menjelaskan, 58 persen kontributor pertumbuhan ekonomi nasional ada di Jawa, dan di Jawa pertumbuhan itu terpusat pada Jakarta dan Surabaya.

"Produk domestik regional bruto Surabaya 24 persen dari seluruh Jawa Timur," kata Bhima.

Kota itu diketahui punya 873 industri besar dan sedang, yang menyerap 152.000 tenaga kerja.

Surabaya sendiri adalah pusat dari industri manufaktur terbesar di Indonesia.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help