Bisnis

HIPMI DIY Perjuangkan Alokasikan 5 Persen APBD 2019 untuk Kewirausahaan

Tentunya hal tersebut diatas tidak mudah untuk di lakukan karena banyak hal yang harus persiapkan

HIPMI DIY Perjuangkan Alokasikan 5 Persen APBD 2019 untuk Kewirausahaan
ririztheone.wordpress.com
ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY terus berupaya mengangkat produk-produk unggulan para pebisnis pemula asal Kota Gudeg.

Mereka memperjuangkan alokasi dana khusus pada APBD 2019 untuk menumbuhkan kewirausahaan.

“Kewirausahawan merupakan jawaban terhadap upaya percepatan pertumbuhan dunia usaha. Dukungan nyata menjadi ruang bagi dunia usaha muda untuk berakslerasi dengan dinamika perkembangan ekonomi,” kata Ketua Umum BPD HIPMI DIY Teddy Ghani Karim, kepada Tribun Jogja, Minggu (16/9/2018)

Baca: HIPMI DIY Ajak Pengusaha Konversikan Dolar ke Rupiah

Menurutnya dunia pariwisata saat ini di kota Yogyakarta sangat pesat pertumbuhan nya khususnya bidang perhotelan, banyak sekali hotel baru bermunculan baik hotel yang berbintang maupun yang kelas melati.

“Gairah bisnis kuliner di DIY tidak kalah pesatnya, bertumbuh bak cendawan di musim penghujan, walaupun kondisi nya patah tumbuh hilang berganti, belum lagi sektor lain seperti toko oleh oleh khas Jogja dan bisnis pakaian,” jelasnya.

Menurut Teddy, semestinya dengan mengeliatnya dunia bisnis tersebut, maka akan berdampak pada peningkatan kebutuhan tenaga kerja yang akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah DIY.

Baca: HIPMI DIY Bersama Bank Artha Graha Berikan Kredit Bunga 9% Tanpa Agunan

“Namun faktanya, dinas ketenagakerjaan DIY dan BPS DIY mengeluarkan data jumlah pengangguran di DIY terus meningkat, hal ini tidak berbanding lurus dengan kondisi ekonomi DIY khusus nya sektor pariwisata,” ungkapnya.

“HIPMI DIY merasa sangat prihatin dengan situasi dan kondisi pengangguran di DIY saat ini, oleh karena itu kami mendorong kepada Pemda DIY untuk serius dan fokus mengatasi hal tersebut misalnya dengan cara bagaimana semakin di galakan nya wirausaha-wirausaha baru, pemberdayaan UKM dan UMKM sehingga bagiamana mereka bisa naik kelas dengan demikian akan membuka lapangan pekerjaan,” paparnya.

Dikatakan Teddy, tentunya hal tersebut diatas tidak mudah untuk di lakukan karena banyak hal yang harus persiapkan dan juga tidak lepas dari bagaimana dengan anggaran.

“Oleh karena itu kami HIPMI juga mendorong supaya Pemda DIY mengalokasikan dana khusus untuk menumbuh kembangkan  dunia wirausaha pada anggaran APBD 2019 sebesar 5%. Kami siap bersama pemerintah daerah untuk duduk bersama memecahkan permasalahan tersebut,” tandasnya.

Baca: HIPMI DIY Siap Kompetisi Global

Teddy mengatakan keberpihakan pemerintah tersebut dapat dimanifestasikan dalam kebijakan ekonomi seperti besarnya porsi kredit perbankan ke sektor dunia usaha.

Menurut Teddy, penyaluran kredit untuk sektor UMKM juga masih timpang karena justru terdistribusi ke sektor menengah besar dan korporasi.

“Rasanya tidak adil ketika pelaku UMKM lah menjadi pahlawan karena mampu memberi kontribusi lapangan kerja, sementara kebijakan perbankan tidak memperoleh ruang yang proporsional kepada sektor UMKM,” ujarnya.(tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved