Gunungkidul

Faktor Depresi Jadi Salah Satu Pemicu Tingginya Angka Bunuh Diri di Gunungkidul

Sejumlah kasus bunuh diri dikarenakan faktor depresi, yang sebenarnya dapat dihindari dengan cara peduli antar sesama

Faktor Depresi Jadi Salah Satu Pemicu Tingginya Angka Bunuh Diri di Gunungkidul
www.nusabali.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Angka bunuh diri tercatat masih tinggi di Kabupaten Gunungkidul.

Sejumlah kasus bunuh diri dikarenakan faktor depresi, yang sebenarnya dapat dihindari dengan cara peduli antar sesama manusia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, Minggu (16/9/2018).

"Harus lebih disosialisasikan bunuh diri yang disebabkan dari depresi, yang paling terpenting lihat, dengar, hubungkan. Seperti melihat tingkah laku sesorang yang beruba drastis, dengarkan dan hubungkan ke pelayanan medis," katanya.

Menurutnya, hal tersebut diperlukan sinergitas antar pemerintah atau dinas yang terkait dengan masyarakat.

"Perlu dirubah pemikiran negatif menjadi pemikiran positif. Apalagi dengan adanya mitos pulung gantung seolah-olah ada yang melindungi harga diri," katanya.

Sementara itu Ketua yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), Jaka Yanuwidiasta, mengatakan banyaknya kasus bunuh diri harus menjadi kepedulian masyarakat bersama.

"Upaya kami adalah dengan menulis tentang ketahanan jiwa, diharapkan dengan tulisan tersebut dapat menjadi inspirasi bahwa masalah kesehatan jiwa dapat ditangani," terangnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help