Eko Suwanto: Optimalkan Medsos untuk Pelayanan Publik, Bijaklah Bermedsos

Keberadaan medsos sangat strategis untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Fungsi inilah yang semestinya didorong untuk lebih ditonjolkan.

Eko Suwanto: Optimalkan Medsos untuk Pelayanan Publik, Bijaklah Bermedsos
Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, Kadis Kominfo, Roni Primantoro dan pembicara lain hadir di diskusi perangi hoax. 

TRIBUNJOGJA.COM - Keberadaan media sosial sangat strategis untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Fungsi inilah yang semestinya didorong untuk lebih ditonjolkan.

Publik, terutama pemilik akun media sosial perlu diingatkan agar tidak mudah menjadi penyebar hoax, lebih bijak dalam bermedia sosial.

Penegasan ini mengemuka dalam dialog yang digelar Kominfo DIY bersama warga Kota Yogyakarta, dalam acara Rembugan tentang Strategi Perangi Hoax, Fitnah dan Ujaran Kebencian yang bertempat di Balai RK Mangkuyudan, Minggu (16/9/2018).

"Maka perlu diingat, agar jari kita saat pegang handphone harus berbudi luhur. Semua pihak, yang memiliki akun medsos, lebih bijaklah bermedia sosial. Bagaimana menghadapi hoax, berita palsu, begitu menerima berita, foto dan video, kalau tidak benar, langsung hapus saja," kata politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto.

Eko Suwanto menilai keberadaan media sosial adalah hasil dari hadirnya teknologi informasi. Media sosial itu sebagai bentuk sarana interaksi dari multipihak dengan hadirnya teknologi informasi dan komunikasi.

Secara ringkas, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY, Dapil Kota Yogyakarta ini menyampaikan ada falsafah kebudayaan yaitu tepung, dunung dan srawung. Melalui tiga tahapan ini, teknologi yang hadir harus dimaknai sebagai alat semata sebagai tools untuk berkomunikasi di era internet ini.

"Ayo bersama memahami, mari belajar dan bisnis, komunikasi antar manusia bersama-sama, agar tidak terjebak jadi pelaku penyebar hoax," katanya.

Turut hadir dalam dialog bersama warga ini, Roni Primanto, Kepala Kominfo DIY, Tri Martono (Pakde Senggol, Netizen). Acara ini diikuti juga Wakil Bupati Trenggalek yang melihat proses dialog, sekaligus mewakili sosok muda yang kini menjadi pemimpin daerah.

Di dalam kesempatan ini, Eko Suwanto mengingatkan agar bijak bersosial media berpedoman juga pada ideologi bangsa, Pancasila yaitu berperikemanusiaan yang adil dan beradab, jangan menyakiti, jangan fitnah, dan Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Semua ini, tentunya tak melupakan Pancasila, dalam pengertian jangan melupakan hal yang mendasar, hal yang baik kita sampaikan," kata Eko Suwanto.

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved