Gunungkidul

84 Tim Berlomba Permainan Tradisional di Alun-Alun Wonosari Gunungkidul

Kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan olahraga tradisional yang mulai ditinggalkan masyarakat, khususnya anak-anak

84 Tim Berlomba Permainan Tradisional di Alun-Alun Wonosari Gunungkidul
Tribun Jogja/ Wisang Seto
Para peserta saat berlomba permainan tradisional Gobak Sodor di Alun Alun Wonosari, Minggu (16/9/2018). 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Purna Paskibraka Indonesia Gunungkidul (PPIGK) menggelar festival Olahraga Tradisional (Gatra), di Alun-alun Wonosari Minggu (16/9/2018).

Ketua PPIGK, Aris, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan olahraga tradisional yang mulai ditinggalkan masyarakat, khususnya anak-anak.

"Tujuannya melestarikan olahraga tradisional yang mulai ditinggalkan anak-anak milenial. Ada 5 cabang yang dilombakan yaitu kasti, balapan egrang, tarik tambang, bakiak, gobak sodor," terangnya.

Perlombaan ini dibagi menjadi empat kategori yaitu kelompok SD, SMP, SMA, dan umum dengan total peserta mencapai kurang lebih 84 tim.

"Kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan, dan kegiatan ini menjadi tonggak awal untuk kegiatan mendatang," tuturnya.

Ia menceritakan ide awal terbentuknya festival Gatra ini karena banyak generasi milenial yang tidak mengetahui olahraga tradisional, seperti aturan-aturannya.

"Dari adik-adik dan teman-teman Paskibraka tidak tahu aturannya, ini membuktikan lambat laun olahraga tradisional tergerus oleh zaman. kegiatan ini untuk melestarikan olahraga tradisional agar tidak tergerus zaman," terangnya.

Ia berharap kedepannya kegiatan serupa dapat digelar dan ditambah lebih banyak lagi cabang Olahraga yang dilombakan.

"Harapan saya terkait ini, ke depannya olahraga tradisonal kembali ke masyarakat, memasyarakatkan olahraga tradisional agar tidak tergerus zaman, apalagi banyak permainan-permainan di gawai," terangnya.

Satu di antara peserta kategori umum, Duta Rifki Bintang Prasetya, menuturkan ia sangat senang karena dapat bernostalgia saat dirinya masih kanak-kanak.

"Sangat menyenangkan dapat mengulang masa kecil, serta ikut berpartisipasi melestarikan olahraga tradisional.
Semoga ke depannya lebih banyak olahraga tradisonal yang dilombakan," tutupnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help