Teknologi

Game Jadi Media Pemasaran di Era Digital

Game Tidak Hanya Dimanfaatkan untuk Hiburan Saja namun Bisa Jadi Media Pemasaran di Era Digital

Game Jadi Media Pemasaran di Era Digital
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Estu Galih, Co Founder Noobzilla dan Debora Lovita Co Founder of NED Studio dalam talkshow teknologi yang diinisiasi oleh Jogja Digital Valley di hotel Grand Inna Malioboro, Sabtu (15/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Perkembangan dunia digital nampaknya memang mengubah beragam pola dan gaya hidup manusianya.

Mulai dari hal kecil yakni mencari informasi hingga mencari kebutuhan transportasi dapat dilakukan melalui sebuah perangkat digital.

Hal ini pun juga mengubah teknik pemasaran dalam era kali ini. Dunia digital erat kaitannya dengan teknologi dan gadget.

Perkembangannya seolah tak bisa dibendung dan menuntut manusia untuk terus mengikuti.

Kini, potensi sebuah game yang mana dulu hanya menjadi sebuah media untuk hiburan semata, saat ini dapat digunakan sebagai media untuk marketing atau memasarkan sebuah produk/brand.

Estu Galih Nur Pratiwi, Co Founder dan Game Artist dari Noobzilla menuturkan saat ini game menjadi media yang cukup efektif untuk melakukan branding maupun pemasaran produk untuk meningkatkan brand awareness.

Baca: Yogyakomtek 2018, Penuhi Hasrat Pecinta Teknologi Sekaligus Media Edukasi Bagi Anak

"Potensi sebuah game untuk menjadi media adalah dua yakni media sebagai hiburan dan media sebagai edukasi," katanya dalam talkshow teknologi yang diinisiasi oleh Jogja Digital Valley di Hotel Grand Inna Garuda Malioboro, Sabtu (15/9/2018).

Estu membeberkan, peran media sebagai hiburan pun akan memberikan value bagi penggunanya yakni sebagai hiburan.

Namun peran media sebagai edukasi dapat dijadikan sebuah value bagi pengguna yakni knowledge. Hal ini lah yang menurutnya dapat dimanfaatkan oleh game developer untuk meningkatkan edukasi penggunanya.

Dua value tersebut baginya menjadi patokan sebagai startup digital khususnya gaming developer untuk membuat sebuah produk digital saat ini khususnya melalui media game.

Spesifik dalam segi game, media ini terbagi dalam dua kategori yakni in-game advertising serta advergamers.

"In-game advertising ialah sebuah advertise yang disisipkan dalam sebuah game tertentu dan advergamers biasanya merupakan sebuah brand tertentu dengan menciptakan game tertentu jadi hanya ada satu brand dalam game tersebut," lanjutnya.

Dirinya pun membeberkan peluang game sebagai potensi pemasaran efektif. Pihaknya menilai saat ini game tak hanya sebagai media untuk hiburan semata namun sudah menjadi profesi.

"Hal ini lah yang membuka peluang kedepan bahwa game benar-benar dimanfaatkan sebagai media yang baik untuk pemasaran," pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved