Buah Bibir

Belajar Merangkai Filosofi Bunga

Berawal dari kecintaannya terhadap bunga, Veronika Dwi Hatmanti yakin untuk menekuni usaha di bidang karangan bunga.

Belajar Merangkai  Filosofi Bunga
Dok pribadi
Veronika Dwi Hatmanti 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM - Berawal dari kecintaannya terhadap bunga, Veronika Dwi Hatmanti, dara kelahiran Depok 23 Desember 1994 ini yakin untuk menekuni usaha di bidang karangan bunga.

Memulainya sejak duduk di bangku kuliah, Vero sapaan akrabnya, mula-mula hanya menjajakan karangan bunganya pada teman-teman sekampus serta kakak tingkatnya yang membutuhkan ketika ada acara wisuda, pendadaran, atau yang lain.

Lama kelamaan dengan memanfaatkan jalur media sosial, pesanan karangan bunganya menjalar ke berbagai daerah di Yogya, bahkan ada pula yang memesan dari Palembang dan Jakarta.

"Aku dulu pas semester satu pernah juga usaha yang lain, tapi ditiru terus sama temen. Akhirnya aku mutuskan untuk usaha yang sulit ditiru dan juga membutuhkan keahlian, karena aku juga suka bunga akhirnya buka usaha karangan bunga," kisahnya.

Ia mengaku belajar membuat karangan bunga secara otodidak. Membeli bunga secara eceran di kawasan Kotabaru untuk dijadikan eksperimen.

Seiring berjalannya waktu, Vero berinisiatif untuk langsung memesan ke supplier.

Kini, alumnus psikologi Universitas Sanata Dharma tersebut tengah menekuni kursus merangkai bunga di Jakarta untuk memperdalam keahliannya. Seni merangkai bunga asal Jepang yaitu Ikebana.

"Bunga itu menurut aku punya filosofi, dia punya jiwa, tetap hidup meskipun sudah dipotong. Makanya aku tertarik untuk mendalami 'rasa'nya," tuturnya.

Vero mengaku, dalam merangkai bunga, hasil yang diperoleh kerap kali bersambungan dengan keadaan yang tengah dialaminya.

Ketika Ia merangkai bunga dalam perasaan hati yang buruk maka hasil yang didapat juga akan jelek, begitu pun sebaliknya.

Hasil karangan bunganya dihargai dengan rentang Rp10 ribu hingga Rp1 juta.

Menurutnya, usaha tersebut juga terbilang usaha musiman, ketika ada acara wisuda atau perayaan Valentine, maka usaha bunga miliknya akan kebanjiran pesanan. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved