Kulonprogo

Sokong NYIA, Aksesibilitas Darat Mutlak Diperlukan untuk Antisipasi Kepadatan dan Lama Waktu Tempuh

Satu di antara kunci penentu keberhasilan operasional NYIA adalah terkait aksesibilitas yang perlu didiskusikan bersama oleh semua pihak terkait.

Sokong NYIA, Aksesibilitas Darat Mutlak Diperlukan untuk Antisipasi Kepadatan dan Lama Waktu Tempuh
NET
Ilustrasi desain Bandara NYIA 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Aksesibilitas dan koneksi antar moda transportasi di darat untuk penunjang New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo mutlak diperlukan.

Tanpanya, operasional bandara menjadi tidak optimal.

Seperti diketahui, NYIA dibangun untuk memecah kepadatan lalu lintas penerbangan di Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Lokasi bandara lama itu pun tak lagi strategis lantaran berada di tengah area perkotaan dengan akses yang kian sulit seiring makin padatnya lalulintas kendaraan di jalanan. Hal ini tentunya tak ingin lagi ditemui di NYIA kelak.

Baca: Pemdes Tunggu Kabar Lanjutan Rencana Pembangunan Jalur Kereta Bandara NYIA

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose mengatakan, satu di antara kunci penentu keberhasilan operasional NYIA adalah terkait aksesibilitas yang perlu didiskusikan bersama oleh semua pihak terkait.

Saat ini, jarak tempuh dari pusat kota di Yogyakarta menuju lokasi NYIA mencapai satu jam melalui jalan nasional.

Durasi itu terbilang lama dan cenderung tak menentu tergantung kepadatan lalulintas dan kapasitasnya belum diperluas.

Belum lagi letika nanti terjadi peningkatan lalulibtas yang dipastikan bakal terjadi.

Baca: Pembangunan Jalur Kereta Bandara NYIA Kulonprogo Masih Terkendala Masalah Pembebasan Lahan

"Bisa dibayangkan kalau kita sudah pindah ke sana (NYIA) tapi aksesnya belum jadi. Pasti sangat crowded dan waktu tempuh sangat lama. Nyaman ngga untuk penumpang? Menurut saya ini harus didiskusikan bersama (pihak terkait)," kata Wendo, Jumat (14/9/2018).

Bandara baru itu jelas membutuhkan akses khusus dalam pelayanannya kepada publik.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help