Bisnis

Perbankan Dukung Kebijakan LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan

Dengan kenaikan tersebut, suku bunga simpanan untuk bank umum dalam bentuk rupiah naik dari 6,25 persen menjadi 6,5 persen

Perbankan Dukung Kebijakan LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan
net
Ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pelaku industri perbankan di DIY mendukung langkah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menaikkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Ketetapan tersebut berlaku mulai 13 September 2018 sampai dengan 12 Januari 2019 dengan rincian, untuk simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR mengalami kenaikan masing-masing 25 bps, sementara untuk valas pada bank umum mengalami kenaikan sebesar 50 bps.

Dengan kenaikan tersebut, suku bunga simpanan untuk bank umum dalam bentuk rupiah naik dari 6,25 persen menjadi 6,5 persen dan valas menjadi 2 persen. Sedangkan untuk suku bunga simpanan di BPR menjadi 9 persen.

Baca: Jumlah Simpanan dan Rekening di Bank Umum Naik Tipis di Bulan Mei

Penetapan tingkat bunga penjaminan simpanan tersebut, dilakukan LPS berdasarkan pada beberapa pertimbangan salah satunya, suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren kenaikan dan berpotensi untuk berlanjut sebagai bentuk respon atas kenaikan suku bunga kebijakan moneter.

Menanggapi hal tersebut, CEO BNI Wilayah Yogyakarta, Arif Suwasono mengatakan bahwa, pihaknya akan menyesuaikan segala bentuk kebijakan baik itu dari Bank Indonesia (BI) maupun LPS.

"Semuanya pasti akan disesuaikan oleh perbankan dan tidak menutup kemungkinan BNI juga akan berencana untuk menaikkan suku bunga," ujarnya, Jumat (14/9/2018).

Ia melanjutkan, secara bertahap pihak perbankan dan BNI pasti akan segera menaikkan suku bunga, namun semuanya akan disesuaikan dengan operasional masing-masing bank serta masih dalam proses.

Baca: BNI Gelar Shopping Race di Hypermart Hartono Mall

"Intinya, dalam hal ini BNI mendukung langkah LPS untuk menaikkan suku bunga penjaminan," tutup Arif.

Sementara, Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan mengatakan, pihaknya juga akan menyesuaikan terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh LPS tersebut.

Kenaikan tersebut, dinilainya sesuai dengan kondisi perekonomian yang ada pada saat ini.

"Tidak masalah, kita sebagai pelaku perbankan akan mematuhi peraturan yang dikeluarkan regulator. Semua bank harus menyesuaikan dengan regulasi dan kondisi yang dihadapi saat ini," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved