Bisnis

Dana Senilai Rp 6 Triliun Dikucurkan untuk Lindungi Hutan Dunia

Dana tersebut antara lain akan lebih banyak digunakan untuk membantu penduduk asli setempat yang menggantungkan hidup dari hutan.

Dana Senilai Rp 6 Triliun Dikucurkan untuk Lindungi Hutan Dunia
Smithsonian
Ilustrasi hutan 

TRIBUNJOGJA.COM - Sembilan yayasan mengumumkan komitmen penghijauan kembali senilai 459 juta Dolar AS selama empat tahun ke depan.

Hal itu dilakukan sehari menjelang Pertemuan Puncak Iklim Global yang akan dihadiri oleh 4.500 delegasi dari seluruh dunia.

"Ketika Bumi menghangat, banyak negara yang bergerak sangat lambat. Jadi kami sebagai filantrop harus bertindak," kata Darren Walker, Presiden Ford Foundation.

Jumlah dana bantuan tersebut dikumpulkan secara urunan oleh 15 organisasi, ditambah pemerintah Norwegia yang menyumbang 33 juta Dolar AS untuk proyek di Indonesia dan Brasil.

Baca: Kebakaran Gunung Sumbing Berhasil Dipadamkan, Api Lalap 100 Hektar Lahan Hutan

Charlotte Streck, Direktur Climate Focus di Amsterdam, mengatakan jumlah dana yang digalang oleh yayasan-yayasan tersebut menjadikan mereka donatur terbesar program perlindungan hutan.

Norwegia sendiri setiap tahun menganggarkan dana bantuan senilai 500 juta Dolar AS untuk membantu negara-negara tropis.

Namun menurut Sterck, dana yang disiapkan gabungan yayasan itu lebih "fleksibel dan cair" ketimbang dana dari pemerintahan.

"Duit yang disiapkan sejumlah negara seperti Norwegia, Jerman dan Inggris, kebanyakan berupa dana perwalian yang dikelola Bank Dunia dan PBB. Jadi dananya tidak bisa cair dengan mudah," imbuhnya.

Baca: Kebakaran Hanguskan 5,5 Hektar Lahan di Kawasan Hutan Lereng Gunung Andong

Seringnya "sebuah proyek kekurangan 20.000 dollar AS atau 50.000 dollar AS  hanya untuk mengerjakan satu hal atau mengembangkan sebuah studi atau menyewa konsultan," kata Sterck merujuk pada kakunya sistem pencairan dana bantuan negara maju.

"Dengan dana yayasan duit itu bisa dikucurkan."

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved