Bisnis

Indonesia Harus Tetap Waspada Meski Risiko Krisis Paling Rendah

Tingkat kerentanan Indonesia memang cukup baik, tetapi dinilai harus tetap waspada.

Indonesia Harus Tetap Waspada Meski Risiko Krisis Paling Rendah
Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Berdasarkan analisis yang dilakukan Nomura Holdings Inc, Indonesia termasuk negara dengan risiko paling rendah terpapar krisis.

Tingkat kerentanan Indonesia memang cukup baik, tetapi dinilai harus tetap waspada.

Dalam analisis Nomura, Indonesia memperoleh skor nol terkait risiko krisis moneter selain Brazil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

Hal itu dinilai dari cukup tingginya cadangan devisa (cadev) Indonesia yang sebesar US$ 117,9 miliar dan rendahnya rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), bisa menahan pelemahan nilai tukar lebih lanjut.

Baca: Indonesia Termasuk 8 Negara dengan Risiko Krisis Moneter Terkecil

Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah melakukan serangkaian upaya untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Meski demikian, Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, tingkat kerentanan Indonesia tidak terlalu baik.

Hal itu diukur dari sejumlah indikator lain. Misalnya, CAD dan net foreign asset terhadap PDB Indonesia.

"Dari dua indikator itu, Malaysia, Thailand, dan Korea masih lebih baik dari Indonesia," terangnya.

Walaupun posisi Indonesia masih lebih baik dibanding Argentina, Turki, dan Iran. Posisi Indonesia lanjut David, mirip dengan India dan Filipina.

Baca: Erick Thohir: Ekonomi Indonesia Lebih Baik daripada Malaysia

"Jadi Indonesia tertekan lebih karena eksternal saja," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved