Pemilu 2019

Bawaslu Sleman : ASN yang Terlibat Politik Praktis Terancam Saksi

Bawaslu Sleman : ASN yang Terlibat Politik Praktis Terancam Saksi dari Kemenpan RB

Bawaslu Sleman : ASN yang Terlibat Politik Praktis Terancam Saksi
Tribun Jogja/ Pradito Rida Pertana
Ketua Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa 

TRIBUNJOGJA.COM - Guna mencegah Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat politik praktis saat digelarnya kampanye, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder se-Kabupaten Sleman di Hotel Innside, Maguwoharjo, Rabu (12/9/2018). 

Ketua Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa mengatakan, rapat koordinasi dengan stakesholder ini diikuti 30 orang yang terdiri dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, pengurus partai politik Sleman serta pihak Kepolisian dan tokoh masyarakat.

Menurutnya diadakannya rapat ini bersifat urgent, mengingat kampanye DCT dimulai tanggal 23 September 2018.

Baca: KPU Kabupaten Magelang Tetapkan DPT-HP 977.414, Ribuan Data Ganda Dicoret

"Diundang untuk bersama-sama mensukseskan pemilu 2019 dan kami menjembatani agar jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi menjelang kampanye besok," katanya.

Lanjutnya, karena itu pihaknya meminta ASN untuk mewaspadai keterlibatan dalam kampanye-kampanye. Di mana hal itu dapat menunjukkan ketidaknetralan seorang ASN. 

"Kalau ada ASN yang melanggar bisa kena sanksi. Prosedurnya setelah disampaikan ke kami kemudian kita kaji, jika ada unsur pelanggaran pemilu nanti bersama sentra penegakan hukum terpadu dinilai memenuhi unsur tidak. Kalau ada akan diteruskan ke pihak terkait seperti Menpan RB," ujarnya. (tribunjogja)

Penulis: rid
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved