Bisnis

Program e-smart IKM Belum Berjalan Maksimal di Yogyakarta

Program e-smart yang diluncurkan oleh Kemenperin RI, berjalan kurang maksimal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) begitupun di Kota Yogya.

Program e-smart IKM Belum Berjalan Maksimal di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program e-smart yang diluncurkan oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI, berjalan kurang maksimal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) begitupun di Kota Yogya.

Program yang telah dilaksanakan sejak tahun lalu ini menyasar para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), dengan tujuan dapat mengembangkan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor para pelaku IKM, serta memperluas akses pasar dan akses pendanaan.

Baca: Tahun Depan Pemkot Yogya Naikkan Tarif Retribusi Limbah Cair

Dari sekitar 91.214 pelaku IKM yang terdapat di DIY, hingga saat ini hanya sekitar 200 IKM yang telah terjaring dengan mengikuti workshop yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.

Artinya, hanya sejumlah 0.2 persen pelaku IKM yang telah tersentuh dengan program e-smart, jumlah yang terbilang sangat sedikit.

Kepala Disperindag DIY, Tri Saktiyana mengungkapkan, saat ini pihaknya baru melatih sebanyak empat angkatan dengan jumlah masing-masing angkatan sebanyak 50 pelaku IKM.

Ia berdalih, bahwa Disperindag tidak mungkin untuk melatih pelaku IKM secara keseluruhan akibat jumlahnya yang terlalu banyak.

Untuk itu, pihaknya menyiasatinya dengan memberlakukan sistem seperti pelatihan berjenjang.

Dimana, para peserta IKM yang telah mendapatkan pelatihan lewat workshop, dituntut untuk memberikan keterampilan yang di dapat kepada pelaku IKM yang lain.

"Memang masih terbilang sedikit dan kita memang perlu upaya lebih lanjut," paparnya, Selasa (11/8/2018).

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved