Internasional

Rusia Sebut AS Gunakan Senjata Terlarang Saat Menyerang Kota di Suriah

Kepala pusat rekonsiliasi Letjen Vladimir Savchenko menjelaskan, bom fosfor itu dilarang di Konvensi Jenewa 1980.

Rusia Sebut AS Gunakan Senjata Terlarang Saat Menyerang Kota di Suriah
Eli Kovaceva/Facebook
Ilustrasi: pasukan Suriah mengepung dan membombardir Douma di Ghouta timur, benteng terakhir kelompok Jaish al-Islam, sebelum kelompok itu menyerah, Sabtu (7/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKWA - Jet tempur Amerika Serikat ( AS) disebut oleh Rusia menggunakan bom terlarang saat menyerang kota di Deir Ezzor, Suriah.

Dalam laporan Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, dua jet tempur F-15 memakai bom fosfor ketika menargetkan Hajin Sabtu (8/9/2018).

Kepala pusat rekonsiliasi Letjen Vladimir Savchenko menjelaskan, bom fosfor itu dilarang di Konvensi Jenewa 1980.

Baca: Merencanakan Pembunuhan Presiden Suriah? Trump: Itu Bahkan Tidak Pernah Terpikirkan

Jika terkena oksigen, fosfor yang meledak tersebut bisa mengeluarkan asap putih dengan suhu panas yang tinggi.

Jika terkena ledakan bom itu, korban bakal menderita luka bakar parah yang sangat sulit untuk disembuhkan.

Namun, fosfor putih dilaporkan diizinkan penggunaannya sebagai penanda maupun memberi perlindungan terhadap operasi tertentu.

"Akibat serangan dengan bom fosfor, timbul kobaran api besar di kawasan itu," ulas Savchenko dilansir Russian Today Minggu (9/9/2018).

Dia melanjutkan, saat ini kantornya masih belum mendapat laporan korban yang timbul akibat serangan itu.

Tudingan itu langsung mendapat respon dari juru bicara Pentagon Komandan Sean Robertson kepada kantor berita TASS.

Robertson menjelaskan, dia belum mendapat laporan adanya jet tempur AS yang menggunakan bom fosfor dalam pengeboman di Deir Ezzor.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved