Kulonprogo

Belum Ada Pelapor Dugaan Pungli di Glagah

Saber Pungli telah menghimpun keterangan dari tiga orang yang pertamakali menyuarakan adanya dugaan pungli.

Belum Ada Pelapor Dugaan Pungli di Glagah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kulonprogo hingga kini masih berusaha menghimpun keterangan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan penyunatan dana kompensasi pembebasan lahan pembangunan bandara di Desa Glagah, Kecamatan Temon.

Tiadanya pelapor dalam dugaan tersebut menjadi kendala pengusutannya.

Baca: 3 Jemaah Haji Kulonprogo Masih Dirawat di Mekkah

Kepala Kepolisian Resor Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, jajarannya yang tergabung dalam Tim Sapu Bersih Pungli (Saber Pungli) telah menghimpun keterangan dari tiga orang yang pertamakali menyuarakan adanya dugaan pungli tersebut.

Yakni, warga yang turut serta dalam demo di simpang tiga Pasar Glagah, Senin (27/8) lalu.

Hanya saja, ketiga orang itu bukan pihak yang dirugikan langsung sedangkan sampai saat ini belum ada satupun laporan yang masuk terkait hal itu.

"Kami butuh pelapor karena ini tidak Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kami sudah mendalami dan mendatangi sumber awal informasi pungli itu hanya saja sampai saat ini belum ada pelaporan," kata Anggara pada Tribunjogja.com, Senin (10/9/2018).

Dugaan adanya pungli dan penyunatan dana kompensasi pembebasan lahan pembangunan NYIA itu disuarakan warga Desa Glagah yang tergabung dalam Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel) saat berorasi di simpang empat Pasar Glagah, Senin (27/8/2018).

Koordinator Aksi Patra Pansel, Wisnu Karsosentono mengatakan ada oknum perangkat Desa Glagah yang telah melakukan pungutan tak resmi dengan dalih bahwa pungutan itu sebagai uang tinta karena pencairan kompensasi bisa dilakukan atas jasanya.

Jumlah korban pungli oknum tersebut terbilang tak sedikit dengan nilai pungutan cukup beragam mulai Rp  3 juta sampai Rp100 juta tergantung besaran dana kompensasi pembebasan lahan yang diterima.

Hal itu juga diakui sejumlah warga lainnya yang hadir dalam aksi tersebut.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved