Sains

Gempa Belum Bisa Diprediksi, Bagaimana dengan Gempa Susulan?

Meski terlihat memiliki hasil positif, tapi Gregory Beroza, seorang profesor geofisika di Universitas Stanford, memperingatkan tentang hasil tersebut.

Gempa Belum Bisa Diprediksi, Bagaimana dengan Gempa Susulan?
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Gempa merupakan satu dari beberapa gempa yang menimbulkan kerugian yang masif baik pada sisi materi maupun jiwa.

Karenanya, teknologi untuk menghadapinya terus dikembangkan.

Para peneliti dari Harvard kembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelegence ( AI) yang diharapkan dapat memprediksi lebih tepat terjadinya gempa- gempa susulan.

Ide ini muncul karena gempa susulan diketahui bisa lebih merusak daripada gempa utama.

Karenanya, penting bagi para ahli untuk memprediksi dengan lebih tepat gempa susulan.

Saat ini para ahli gempa atau seismolog memang telah memiliki metode untuk meramalkan besaran kekuatan dan waktu gempa susulan.

Sayangnya, masih belum banyak yang bisa memprediksi dengan tepat di mana gempa akan terjadi dengan metode tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, sekelompok ilmuwan meneliti apa yang mereka sebut dengan program "pembelajaran mendalam."

Dalam program ini, mereka mempelajari puluhan ribu data terkait gempa bumi dan gempa susulan untuk melihat apakah mereka bisa memperbaiki prediksi yang ada sekarang.

"Dengan menggunakan pendekatan yang ada saat ini, peramalan lokasi gempa susulan memiliki ketepatan sekitar tiga persen pada seluruh set data pengujian. Pendekatan jaringan kami memiliki presisi sekitar enam persen," kata Phoebe DeVries, salah satu penulis dalam studi ini.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved