Jaringan Pipa Gas Indonesia Terpanjang di ASEAN

Holding BUMN Migas di bawah PT Pertamina (Persero) membuat jaringan pipa gas di Indonesia menjadi yang terpanjang di Asia Tenggara.

Jaringan Pipa Gas Indonesia Terpanjang di ASEAN
KOMPAS.COM
Pembangunan jaringan gas bumi PGN untuk memperluas jangkauan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM -  Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Migas telah terbentuk dengan menggabungkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pertagas di bawah pengelolaan PT Pertamina (Persero).

Keberadaan holding BUMN Migas tersebut membuat jaringan pipa gas di Indonesia menjadi yang terpanjang di Asia Tenggara. Oleh sebab itu, beberapa target pun diharapkan bisa tercapai.

“Dengan holding ini, jaringan pipa kami akan mencapai lebih dari 9.600 kilometer, pipa terpanjang di Asia Tenggara. Sementara beberapa hal yang akan dicapai yakni potensi pertumbuhan bisnis gas tujuh hingga sembilan persen selama lima tahun ke depan," kata Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/9/2018).

Menurut pria yang karib disapa Tiko tersebut, holding BUMN Migas membuat Pertamina akan melakukan beberapa langkah strategis.

Langkah tersebut di antaranya meningkatkan pasokan gas domestik, meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan distribusi gas, mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang ada, membangun di area baru, dan meningkatkan kapasitas untuk berinvestasi.

"Saat ini, kami masih pada tahap awal integrasi, tetapi kami sudah melihat ada peluang yang sangat besar untuk penciptaan nilai ke depan," imbuh Tiko.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pertamina menargetkan untuk bisa menghasilkan volume transmisi gabungan sebesar 2.627 Juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) di seluruh jaringan PGN dan Pertagas.

Namun demikian, Pertamina masih mendapatkan tantangan untuk merealisasikan strategi dan target holding BUMN Migas tersebut. Pertamina, kata Tiko, menyadari tantangan utama bisnis gas saat ini adalah permintaan gas di dalam negeri terus meningkat.

"Pertamina terus mengupayakan mata rantai gas yang efisien sebab kondisi pasokan terkonsentrasi di wilayah timur sementara kebutuhan lebih terpusat di wilayah barat," ujarnya.

Tantangan lainnya adalah berkaitan dengan investasi infrastruktur gas yang nilainya cukup besar, tetapi masih sulit untuk diakomodasi.

"Untuk memenuhi permintaan dan mendorong peningkatan penggunaan gas, infrastruktur gas Indonesia membutuhkan pengembangan substansial. Dengan karakter negara kepulauan, biaya pembangunan infrastruktur gas sangat signifikan," pungkas Tiko. (Ridwan Aji Pitoko)

.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jaringan Pipa Gas di Indonesia Jadi yang Terpanjang di ASEAN"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved