Citizen Reporter

KKN PPM 68 UAD Inisiasi Desa Tangguh Bencana di Desa Potorono, Bantul

Kegiatan KKN PPM tersebut merupakan hibah program KKN PPM dari Kementerian Ristek Dikti.

KKN PPM 68 UAD Inisiasi Desa Tangguh Bencana di Desa Potorono, Bantul
ist
(Kiri-kanan) Kepala Desa Potorono Bp Prawata, WR 1 UAD DR. Muchlas MT, Kepala Pusat KKN Bapak Purwadi Ph.d, Perwakilan dari MDMC Agung Nugraha 

TRIBUNJOGJA.COM - Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas
Ahmad Dahlan bekerja sama dengan Kementerian Ristek Dikti menginisiasi desa tangguh bencana di Desa Potorono, Banguntapan Kabupaten Bantul.

Kegiatan KKN PPM tersebut merupakan hibah program KKN PPM dari Kementerian Ristek Dikti.

Program itu melibatkan 27 mahasiswa yang berkegiatan di desa Potorono dan memfokuskan kegiatan di 3 dusun yaitu Nglaren, Salakan dan Condrowangsan. Kegiatan KKN PPM ini dibimbing oleh dosen pembimbing Yuniar Wardani MPH.

Ketua Pungusul Program KKN PPM, Muchamad Rifai, S.K.M., M.Sc., menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya penanggulangan bencana.

“Dalam kegiatan KKN PPM ini dilakukan kajian risiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana, penguatan forum pengurangan risiko bencana, merancang sistem peringatan dini serta perencanaan evakuasi. Semua kegiatan pengurangan risiko bencana dilakukan berbasis masyarakat, tim dan Mahasiswa UAD bersifat sebagai pendamping dan fasilitator,” ujarnya.

Dalam acara puncak KKN PPM UAD, pada Hari Sabtu, 25 Agustus 2018 diselenggarakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi. Simulasi ini melibatkan berbagai stakeholder dalam kebencanaan yaitu BPBD Kabupaten Bantul, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (MDMC DIY), Unsur Muspika Kecamatan Banguntapan, Puskesmas Banguntapan I, pemerintah desa, tim pokja bencana serta kelompok relawan Desa Potorono.

Dalam skenario simulasi ini terjadi gempa 6.9 SR di Desa Potorono yang menyebabkan puluhan orang mengalami luka berat dan ringan serta ratusan warga mengungsi. Untuk menanggulangi bencana ini, Kepala Desa Potorono mengaktifkan tim tanggap darurat bencana yang terdiri dari 6 sektor yaitu posko, evakuasi, kesehatan, dapur umum, logistik dan psikosial.

Semua sektor berkerja sama dan berkoordinasi mengangani korban dan pengungsi.

Dosen Pengusul program KKN PPM UAD, Oktomi Wijaya, S.K.M., M.Sc, menyampaikan bahwa simulasi penanggulangan bencana ini dilakukan untuk menguji dokumen dan SOP penanggulangan bencana yang telah disusun masyarakat.

Kepala Desa Potorono, Prawata dalam sambutan pembukaan acara simulasi tanggap darurat bencana mengucapkan terimakasih terhadap KKN PPM UAD yang telah memberikan pemahaman dan pelatihan kepada warga desa Potorono mengenai kesiapan siagaan menghadapi bencana.

Sementara itu Wakil Rektor 1 UAD, Dr. Mukhlas, M.T. dalam sambutannya, bahwa berharap KKN PPM periode 68 UAD ini bisa memberikan manfaat bagi warga Desa Potorono mengenai kesiapsiagaan, tanggap dan tangguh
dalam menghadapi bencana.

Dalam acara puncak KKN PPM 68 UAD ini juga dideklarasikan Inisiasi Desa Potorono Tangguh Bencana.

Untuk keberlanjutan program desa tangguh bencana ini, Tim KKN PPM UAD bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul. (*)

Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved