Kulonprogo

700 Kilogram Jeroan Hewan Kurban di Kulonprogo Tidak Layak Konsumsi

Sekitar 700 kilogram jeroan dari hewan kurban yang disembelih di Kulonprogo saat Idul Adha lalu tidak layak konsumsi.

700 Kilogram Jeroan Hewan Kurban di Kulonprogo Tidak Layak Konsumsi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sekitar 700 kilogram jeroan dari hewan kurban yang disembelih di Kulonprogo saat Idul Adha lalu tidak layak konsumsi.

Hal ini terutama karena jeroan terserang penyakit cacing hati (Pasiola).

Baca: Berkas Pedangdut yang Terjerat Kasus Narkoba di Kulonprogo Segera Masuk Persidangan

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo mencatat ada 5.725 ternak berupa sapi, kambing, dan domba yang dijadikan kurban pada Idul Adha lalu.

Penyembelihan dilakukan di 791 titik di seluruh wilayah Kulonprogo.

Dari jumlah ternak yang ada, terdapat 241.000 kilogram daging dan 26.800 kg jeroan yang dibagi kepada 12.800 warga penerimanya.

"Semua dagingnya layak dikonsumsi namun 700 kg jeroan tidak layak dibagi maupun dikonsumsi. Baik karena afkir maupun kena penyakit seperti cacing hati. Ada 289 sapi dan 1 kambing yang terserang cacing hati," kata Kepala Seksi Kesehatan Masyarat Veteriner (Kesmavet) DPP Kulonprogo, Hari Suryanto pada Tribunjogja.com, Jumat (24/8/2018).

Pasiola menurutnya penyakit yang jamak ditemukan pada ternak.

Kebanyakan ternak terjangkit melalui pakan sehingga cacing menyerang hati dan menyebabkan kandungan gizinya sangat menurun.

Penyakit ini juga berisiko menginfeksi manusia apabila jeroan ternak yang terserang dikonsumsi tanpa proses pemasakan yang sempurna.

Untuk mengantisipasinya, pada Idul Adha kemarin pihaknya menerjunkan empat tim pantau dengan ratusan personel.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved