Citizen Reporter

Mahasiswa UMS Kreasikan Notoranjau Sebagai Zat Pembawa Obat

Penelitian ini didanai oleh kemenristek dikti melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan di tahun 2018

Mahasiswa UMS Kreasikan Notoranjau Sebagai Zat Pembawa Obat
maritimnews.com

TRIBUNJOGJA.COM - Teknologi nano saat ini sedang populer diantara para peneliti.

Tidak sedikit peneliti yang berlomba-lomba untuk menghasilkan produk berupa nano partikel.

Salah satu penerapan teknologi nano yang sedang populer yaitu nano kitosan.

Kitosan sendiri merupakan bahan baku alami yang diperoleh melalui penghilangan senyawa asetil pada kitin yang bisa ditemukan pada cangkang arthropoda, mollusca, fungi, dan algae (Hamed et al., 2016).

Selain ramah lingkungan, kitosan juga dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti desinfektan, pengawetan makanan, penyerap zat warna tekstil, bahan pembuatan kosmetik, penjernihan air hingga sebagai adsorban logam berat (Firyanto R, 2015).

Nano kitosan dalam dunia farmasi digunakan sebaga media atau zat pembawa obat agar obat yang masuk ke dalam tubuh dapat terdistribusi secara merata dan stabil.

Salah satu sumber kitin yang dapat digunakan dalam pembuatan nano kitosan berasal dari cangkang kerang hijau.

Kerang hijau (Perna viridis L.) merupakan salah satu sumber daya perikanan Indonesia yang banyak diperoleh melalui penangkapan di alam dan merupakan salah satu kerang yang berhasil dibudidayakan.

Produksi kerang hijau yang besar dapat menghasilkan cangkang kerang hijau yang besar pula, sehingga berpotensi menimbulkan limbah yang dapat mencemari lingkungan.

Penanganan limbah cangkang kerang hijau salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kitosan didukung dengan komposisi kitin dalam kerang hijau sebesar 14– 35% (Marganof, 2003) maka memungkinkan untuk menggunakan limbah cangkang kerang hijau sebagai bahan baku kitosan.

Halaman
123
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved