PSS Sleman
Didera Cedera, Penggawa PSS Sleman Ini Sabar Hadapi Cobaan
Tak hanya absen latihan, cedera ini juga membuat Adi tidak bisa membela klub sampai beberapa bulan ke depan untuk menjalani pemulihan.
Penulis: ang | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Didera cedera membuat penggawa PSS Sleman, Adi Nugroho harus absen mengikuti kegiatan tim beberapa lama.
Apalagi cedera lutut yang didapatkannya saat berlaga bersama PSS Sleman itu mengharuskannya untuk naik ke meja operasi.
Baca: Setelah Ujicoba Lawan PSS, PSIS Ingin Jajal PSIM
Bukan hanya tidak mengikuti agenda latihan, cedera ini juga membuat Adi tidak bisa membela klub sampai beberapa bulan ke depan untuk menjalani pemulihan.
Padahal kans bermainnya sedang tinggi-tingginya di bawah asuhan pelatih kepala Seto Nurdiyantoro.
“Saya anggap ini sebagai cobaan dan harus dilalui dengan ikhlas. Mau bagaimana lagi, cedera bisa terjadi kapan saja,” ungkapnya pada Tribunjogja.com.
Pemain asal Samarinda ini mengaku kecewa lantaran tidak bisa membela klub di putaran kedua ini.
Apalagi jika mengingat skuat Super Elang Jawa sedang berjuang untuk naik level dengan promosi ke Liga 1 musim depan.
Target tersebut tentu harus diimbangi dengan prestasi tim yang moncer di sisa kompetisi musim ini.
“Rasanya tidak tenang karena hanya melihat pertandingan dari jauh, tidak bisa turun lapangan lagi karena masih harus memulihkan diri,” katanya.
“Tapi mau bagaimana lagi, musibah tidak ada yang tahu. Sekarang jalani saya dan semoga cepat sembuh dan kembali bermain bersama tim,” paparnya.
Kekecewaan Adi memang sangat mendasar, apalagi dia menemukan asa baru bersama PSS Sleman.
Bergabung dengan PSS Sleman merupakan pengalaman baru bagi Adi, seolah menemukan dunia baru, pemain 20 tahun ini langsung melejit dan mencuri perhatian pecinta sepak bola di Bumi Sembada, Sleman.
Bagi Adi, PSS sudah masuk dalam list klub yang ingin diperkuatnya.
Meskipun dua musim terakhir PSS Sleman bisa dibilang gagal kala takluk di final ISC B 2016, dan tak mampu melangkah jauh di ajang Liga 2 2017, namun baginya hal tersebut justru menjadi tantangan untuk menuntaskan target promosi ke kasta teratas musim depan.
Meski sempat mendapatkan kesempatan bergabung dengan klub di tanah kelahirannya, Pusamania Borneo FC, ia akhirnya memilih bergabung dengan PSS Sleman.
Baca: Dua Penggawa PSS Sleman Diprediksi Absen Lama
Walaupun harus merelakan kesempatan berstatus sebagai pemain Liga 1, Adi merasa harus mencari kesempatan ditempatkan sebagai kekuatan utama dibandingkan harus banyak menghangatkan bangku cadangan.
Sempat menimbang-timbang, tapi langkahnya mantap menuju Sleman dan mengarungi 2018 bersama klub berlambang candi ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penggawa-pss-sleman_20180823_145354.jpg)