Gempa Lombok

UGM Terjunkan Mahasiswa ke Lombok untuk Atasi Masalah Hunian Sementara Korban Gempa

Bila sebelumnya UGM hanya menerjunkan dosen, maka kali ini mahasiswa turut dikirim untuk membantu kebutuhan dan perbaikan teknis.

UGM Terjunkan Mahasiswa ke Lombok untuk Atasi Masalah Hunian Sementara Korban Gempa
internet
UGM 

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya untuk meringankan beban bagi masyarakat terdampak gempa di Lombok.

Pada hari Minggu (19/8/2018) sore kemarin UGM mengerahkan 42 mahasiswanya yang terdiri dari 25 orang mahasiswa Teknik Sipil serta 17 orang Teknik Arsitektur.

Baca: 10 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa 6,9 SR di Lombok Minggu Malam

Adapun penerjunan mahasiswa ini merupakan kelanjutan dari program Disaster Response Unit (DERU) UGM yang terus dikirimkan sejak bencana terjadi.

Bila sebelumnya pihak UGM hanya menerjunkan dosen, maka kali ini mahasiswa turut dikirim untuk membantu dosen akan kebutuhan dan perbaikan teknis.

Prof Nizam, Dekan Fakultas Teknik UGM mengungkapkan, setelah ini pihaknya juga akan mengirimkan mahasiswa lain, yakni dari Departemen Perencanaan Wilayah Kota.

Sehingga total yang akan dikerahkan sebanyak 66 mahasiswa.

"Tujuannya masih sama yakni untuk membangun kembali semangat dari masyarakat yang tertimpa bencana. Dan target dari para relawan ini adalah dalam waktu dua minggu ke depan, harus sudah bisa bangun Rumah Instan Sehat (RISA) sebagai hunian sementara korban," terangnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Prof Bakti Setiawan dari Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM menambahkan bahwa dalam insiden bencana alam seperti ini, yang terpenting adalah pengadaan hunian sementara.

Ia mengungkapkan bahwa semua korban masih berada di tenda darurat dan jumlahnya tidak sedikit.

Sementara sebentar lagi akan masuk musim hujan, dan tenda itu tidak mungkin bertahan diterjang derasnya curah hujan.

Baca: Lombok Diguncang Rentetan Gempa, Seperti Ini Penjelasan PVMBG

"Oleh karena itu, pengadaan hunian sementara menjadi urgensi utama para mahasiswa yang turun ke sana, baik dengan skema RISA atau lainnya," ulasnya.

Sementara itu, Rektor UGM Prof Panut Mulyono berpesan kepada para mahasiswa yang dikirim ke Lombok, agar selalu menjaga koordinasi dengan pemerintah dan juga warga setempat.

"Merujuk pada gempa Yogya tahun 2006, integrasi yang kuat antara berbagai lini dapat mempercepat proses pemulihan," paparnya.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved