Gempa Lombok

Hasil Tinjauan UII di Lombok, Banyak Rumah Dibangun di Bawah Standar

Hasil Tinjauan UII di Lombok, Banyak Rumah Dibangun di Bawah Standar Sehingga Banyak Kerusakaan saat Terjadi Gempa Bumi.

Hasil Tinjauan UII di Lombok, Banyak Rumah Dibangun di Bawah Standar
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Pakar Kegempaan UII Sarwidi saat menjelaskan konsep BARATAGA, Senin (20/08/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Pakar Kegempaan UII Sarwidi melaporkan hasil tinjauan terhadap bangunan di Lombok pascagempa pada Senin (20/08/2018). Peninjauan sendiri dilakukan pada 8-12 Agustus silam.

Berdasarkan temuan tim tinjauannya, Sarwidi mengatakan bahwa banyak bangunan rumah yang dibangun tanpa menerapkan konsep tahan gempa.

"Ini kita temukan terutama di wilayah terpencil seperti Lombok Timur dan Tengah," jelas Sarwidi di Rektorat UII.

Menurut temuan tersebut, banyak bangunan yang belum memasang rangka pengekang dinding dalam bentuk beton bertulang.

Baca: Gempa Susulan di Lombok Masih Berlangsung, Pakar Gempa UII Sarankan Tunda Perbaikan Bangunan

Akibatnya, bangunan mudah runtuh saat terkena gempa, terutama saat terkena getaran yang besar.

"Sejumlah bangunan juga dibangun di atas tanah timbunan sehingga tidak stabil," urai Sarwidi.

Ia pun menyarankan agar pemilik bangunan menerapkan konsep tahan gempa, seperti yang ia temukan pada sejumlah rumah di Lombok Utara, Lombok Barat, dan Kota Mataram.

Menurutnya, ada sejumlah konsep rumah tahan gempa yang bisa diterapkan dan dibuat sesuai kondisi lingkungannya, seperti BARATAGA (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa).

"Bahannya pun bisa menyesuaikan dengan material yang ada di sekitar, sehingga lebih hemat biaya," jelas Sarwidi.(tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved