Gempa Lombok

Gempa 7.0 SR Terjadi kembali Saat Proses Verifikasi Santunan Oleh tim Kemensos Berlangsung

Dari 481 jiwa seluruh korban meninggal di NTB telah dapat diverifikasi 471 jiwa di Lombok Utara.

Gempa 7.0 SR Terjadi kembali Saat Proses Verifikasi Santunan Oleh tim Kemensos Berlangsung
Istimewa
Sekretaris Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Noviantari (Rompi Biru) bersama Pangdam Udayana, Kapolda NTB melakukan rapat Koordinasi penanganan Gempa Bumi di NTB. 

TRIBUNJOGJA.COM -  Tim Kementerian Sosial RI sedang melakukan verifikasi terhadap data korban gempa bumi yang meninggal di Lombok saat gempa kembali mengguncang pada Senin dini hari.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat mengungkapkan kegiatan verifikasi sudah dimulai tanggal 14 Agustus yg lalu. Verifikasi dilakukan untuk memastikan data ahli waris secara akurat.

Dari 481 jiwa seluruh korban meninggal di NTB telah dapat diverifikasi 471 jiwa di Lombok Utara. Sebelumnya diketahui berdasarkan posko induk data yg meninggal di Lombok Utara sebanyak 404 jiwa.

"Bisa jadi di kabupaten lain jumlah yang meninggal bertambah," tutur Dirjen.

Verifikasi akhir ditetapkan bersama Sesda, Pangdam dan Kapolda. Dari Kemensos dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Sesditjen Linjamsos).

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir semua camat yang wilayahnya terdampak. Mereka membawa data terkini dengan dilengkapi surat keterangan kematian dan kartu keluarga.

"Hal ini memudahkan proses pengesahan melalui SK Bupati yg akan ditetapkan hari ini Senin 20 Agustus," tambahnya.

Sementara itu berlangsung juga proses verifikasi untuk data korban di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Timur.

Dirjen menyebutkan hingga Minggu malam (19/8) korban meninggal terverifikasi di Kecamatan Kayangan 175 jiwa, Kecamatan Bayan 16 jiwa, Kecamatan Gangga 114 jiwa, Kecamatan Tanjung 86 jiwa dan Kecamatan Pemenang 80 jiwa.

"Jika diperbaharui data korban meninggal menjadi 548 jiwa," kata Harry.

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved