Pasukan Khusus Rusia Tiba di Selatan Provinsi Idlib

Pasukan khusus Rusia dikabarkan telah tiba di sebuah pangkalan udara di selatan Provinsi Idlib

Pasukan Khusus Rusia Tiba di Selatan Provinsi Idlib
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Pasukan khusus Rusia dikabarkan telah tiba di sebuah pangkalan udara di selatan Provinsi Idlib, Suriah. Teknisi-teknisi pesawat udara juga ada di antara mereka.

Kabar ini dilaporkan situs berita Al Masdar News dari Beirut, Lebanon, Senin (13/8/2018). Mengutip sumber militer Suriah, kehadiran elemen Rusia itu dalam rangka persiapan pertempuran besar merebut kembali Idlib dari tangan militan pemberontak.

Provinsi yang berbatasan langsung dengan Turki ini menjadi kantong terakhir kelompok militan dan pemberontak Suriah. Wilayah ini dibanjiri anggota kelompok militan setelah terusir dari berbagai kota dan daerah lain di selatan.

Kelompok-kelompok itu membagi-bagi wilayah teritorinya sendiri, dan mengontrol kekuasaan atas wilayah tersebut secara ketat. Persaingan memperebutkan kekuasaan wilayah di Idlib juga kerap terjadi di antara kelompok bersenjata tersebut.

Menguasai Idlib, berarti perang panjang Suriah melawan pemberontak yang didukung negara asing, akan segera berakhir. Praktis tinggal provinsi ini yang belum kembali dalam kontrol penuh pemerintah Damaskus.

Menurut Al Masdar News, pasukan khsusus Rusia diterjunkan di pangkalan udara Abu Dhuhour, yang telah dikuasai pasukan Suriah. Pangkalan ini akan dipakai sebagai batu loncatan utama perang besar merebut kembali Idlib.

Militer Rusia akan menempatkan diri sebagai penasihat militer, seperti pada pertempuran- pertempuran menentukan sebelumnya di Douma, Yarmouk Camp, dan perang sengit merebut Provinsi Al Quneitra dan Daraa.

Kelompok paramiliter Iran maupun Hezbollah, dikabarkan tidak akan turut serta dalam misi penghabisan pasukan Damaskus ke Idlib ini. Mereka tetap dipertahankan di wilayah selatan, yang berbatasan dengan Yordania dan Israel di Golan.

Akhir pekan lalu, sebuah bom meledak dahsyat di distri Sarmada, Idlib. Ledakan bom itu menewaskan sekurangnya 39 orang, dan lusinan lainnya luka berat/ringan. Belum diketahui siapa yang meledakkan bom tersebut, dan apa motifnya.

Lokasi ledakan bom diketahui merupakan basis tempat tinggal kelompok pengungsi dan keluarga kelompok militan yang direpatriasi dari Provinsi Homs.(Tribunjogja.com/AMN/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help