PSIM Yogya

PSIM Yogya Pertimbangkan Tawaran Uji Coba dari Tim Liga 1

Rangkaian uji coba juga tengah digodog jajaran manajemen serta tim pelatih PSIM Yogya.

PSIM Yogya Pertimbangkan Tawaran Uji Coba dari Tim Liga 1
Tribunjogja.com | Suluh Pamungkas
PSIM JOGJA 

TRIBUNJOGJA.COM- Jeda kompetisi Liga 2 2018 dalam mendukung gelaran Asian Games 2018 akan dimanfaatkan oleh PSIM Yogya untuk evaluasi dari hasil minor yang diterima pada dua partai terakhir.

Selain itu, rangkaian uji coba juga tengah digodog jajaran manajemen serta tim pelatih, diantaranya juga menjajaki kemungkinan untuk melawan tim dari Liga 1.

Baca: Ditahan Imbang Juru Kunci, Persija Jakarta Tuai Kritik

Hal tersebut dibenarkan oleh manajer PSIM Yogya, Erwan Hendarwanto yang mengatakan sejauh ini sudah ada tawaran uji coba baik dari selevel dan juga tim dari Liga 1.

"Kami masih membahas hal tersebut dengan jajaran manajemen lainnya mengingat waktu jeda kompetisi cukup panjang sehingga tentu kondisi ini harus dimanfaatkan secara maksimal," kata Erwan pada Tribunjogja.com.

Namun Erwan belum mau buka suara terkait tim mana saja yang sudah mengajukan penawaran untuk melakoni laga uji coba melawan Hendika Arga dkk.

Usai meraih hasil minor pada laga kontra Mojokerto Putra, Jumat (10/8/2018) lalu, penggawa PSIM Yogya pun langsung diberikan kesempatan untuk berlibur selama lima hari sebelum kembali berlatih secara intensif Kamis (16/8/2018) mendatang.

Diakui Erwan, para penggawa memang sengaja tidak diberikan waktu berlibur yang panjang.

Hal tersebut dilakukan agar kebugaran pemain serta sentuhannya tetap terjaga menyongsong laga-laga sisa pada putaran kedua nanti.

Disinggung mengenai capaian Laskar Mataram hingga awal putaran kedua ini, Erwan mengaku capaian ini sudah cukup memuaskan baginya.

"Memang ada beberapa pemain yang perlu meningkatkan performanya untuk bisa menembus tim utama," kata Erwan.

Baca: Tuai Hasil Minor di Laga Terakhir, Pelatih PSIM Pilih Pertahankan Skema Baru

"Namun dengan rotasi yang sempat kami lakukan kemarin, sudah menunjukkan bahwa beberapa pemain pelapis layak masuk tim utama. Jadi pemain reguler juga tak boleh merasa aman karena bisa tergusur pemain lain," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada dua laga terakhir pelatih Bona Simanjuntak memang beberapa kali melakukan banyak perubahan komposisi pemain juga strategi.

Bila sepanjang putaran pertama lalu lini depan praktis hanya mengandalkan Ismail Haris seorang, di putaran kedua ini Bona mengisyaratkan untuk melakukan perubahan dengan menduetkan Ismail-Hasan Basri. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help