Pendidikan

Mahasiswa KKN UNY Manfaatkan Limbah Sekam untuk Hidroponik

Sekam dipilih karena Indonesia adalah negara agraris yang memanfaatkan beras sebagai makanan pokok.

Mahasiswa KKN UNY Manfaatkan Limbah Sekam untuk Hidroponik
istimewa
Mahasiswa KKN UNY kelompok 246 ajari warga untuk membuat hidroponik dengan memanfaatkan limbah sekam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Mahasiswa KKN UNY kelompok 246 membagi pengetahuan tentang pemanfaatan limbah sekam sebagai media bertanam secara hidroponik ke masyarakat Dusun Tanjungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah.

Sekam dipilih karena Indonesia adalah negara agraris yang memanfaatkan beras sebagai makanan pokok.

Padi yang telah diproses akan menghasilkan sekam sebagai limbah.

Baca: Jumlah Animo Ujian Seleksi Mandiri UNY Meningkat di Tahun ini

Selama ini limbah sekam kurang dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut Ketua Kelompok KKN Wahidya Difta Mayoritas masyarakat Dusun Tanjungan berprofesi sebagai petani padi, sementara banyak petani tidak memanfaatkan limbah kulitnya.

"Sehingga kami mengagas ide agar sekam yang telah dibakar digunakan sebagai media tanam hidroponik," ujarnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com, Minggu (12/8/2018).

Salah satu mahasiswa KKN, Ade Annita Dianawati menjelaskan alat yang diperlukan adalah botol bekas, gelas kecil, gelas ukur dan ember.

Sedangkan bahannya yaitu Biji kangkung, Sekam bakar, Air sumur dan Pupuk.

"Kami gunakan pupuk NPK, KCL dan Gandasil D yang dicairkan dalam 10 liter air. Komposisinya dua sendok makan NPK, satu sendok teh KCL dan satu sendok teh Gandasil D," urainya.

Langkah yang diperlukan, kali kulit padi (sekam) dibakar dengan cara, atur dua kayu di masing-masing sisi yaitu kanan dan kiri, letakkan sekam ditengah-tengahnya, di atasnya ditutup dengan papan kayu agar asap tidak keluar ke udara karena mengandung CO2 lalu dibakar.

Baca: Mahasiswa UNY Sulap Pelepah Pisang Jadi Sajadah

Sementara itu botol bekas dilubangi seukuran gelas air mineral, digunakan sebagai penampung air.

Gelas air mineral dilubangi kecil-kecil digunakan sebagai pot.

Pakai pupuk pengganti NPK, KCL, Gandasil D yang telah dicairkan dengan 10 liter air.

Sekam bakar dimasukkan secukupnya di pot air mineral gelas, lalu taburkan biji kangkung sebanyak 5-7 biji, kemudian gelas diletakkan dalam botol bekas yang sudah dilubangi dan sudah diberi air sumur.

"Semai di bawah sinar matahari. Setelah biji sudah tumbuh 2-3 daun, tanaman diberi pupuk. Perkiraan masa panennya sekitar hari ke 25," ulasnya.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help