Bulan Pancasila: Gotong Royong Inti Ajaran Ideologi Pancasila

Sarasehan Kita Pancasila dalam rangka Bulan Pancasila 2018 semalam (11/8) berlangsung di Dusun Suren Sukoreno Sentolo Kulon Progo.

Bulan Pancasila: Gotong Royong Inti Ajaran Ideologi Pancasila
Istimewa
Sarasehan dalam rangka Bulan Pancasila di Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM - Putaran kelima Sarasehan Kita Pancasila dalam rangka Pancasila'>Bulan Pancasila 2018 semalam (11/8) berlangsung di Dusun Suren Sukoreno Sentolo Kulon Progo.

Tampi sebagai narasumber sarasehan adalah Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Haryono, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Dr. Heri Santosa dan staff pengajar UMY Dr. Zully Qodir.

Dipandu moderator Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra. Hadir seratusan masyarakat setempat yang memadati lokasi acara di pendopo milik mantan bupati ke tiga Kulon Progo Raden Prodjo Suparno.

Hasto Wardoyo memaparkan di wilayah Kulon Progo implementasi nilai Pancasila antara lain diwujudkan melalui gerakan bela beli Kulon Progo.

Masyarakat diedukasi melakukan transaksi barang jasa yang sekiranya dapat diproduksi sendiri di lingkup Kulon Progo.

Salah satunya produk air kemasan mineral merk Airku atau air Kulon Progo yang dibuat oleh perusahaan daerah air minum setempat.

Praktek implementasi lainnya adalah gerakan bedah rumah. Setiap hari Minggu warga bergotong royong membangun rumah-rumah warga berkekurangan yang dinilai kurang layak huni.

Sumber dana tidak dari APBD atau APBN melainkan zakat, infak, persembahan dari masyarakat. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir telah dibangun lebih dari 1.000 rumah.

Bupati mengatakan gerakan bela beli dan bedah rumah menjadi bukti bahwa masyarakat Kulon Progo masih memiliki semangat gotong royong yang sangat kuat.

Prof. Haryono mengapresiasi terobosan yang dilakukan Bupati dan kekompakan masyarakat Kulon Progo. Upaya implementasi dan ideologisasi nilai-nilai Pancasila idealnya memang berangkat dari problem nyata yang dihadapi masyarakat.

Senada dengan hal itu Dr. Zully Qodir mengatakan guru terbaik adalah masyarakat. Melalui kegotong royongan masyarakat Kulon Progo kita semua belajar bahwa pengejawantahan nilai Pancasila tidak berhenti sebatas retorika semata seperti lasimnya kalangan pejabat, melainkan mewujud dalam tindakan nyata.

Sementara itu Dr. Heri Santosa menyoroti perilaku konsumtif masyarakat khususnya generasi muda. Mereka kerap membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak produktif dan cenderung menuruti hal-hal bersifat hedonis. Praktek berpancasila salah satunya adalah perilaku hidup hemat, gemar menabung dan kesederhanaan hidup.

Di sela-sela Sarasehan Kita Pancasila juga dilakukan pengukungan Lembaga Kesejahteraan Sosial masyarakat wilayah Sentolo, Nanggulan dan Kokap serta pemberian bantuan dari PT Astra Tbk yang diwakili oleh drg. Eddy Purjanto kepada Dinas Sosial Kulon Progo senilai 10 juta untuk bantuan bedah rumah.

Rangkaian kegiatan Minggu (12/8) dilanjutkan dengan bedah rumah sebanyak tiga rumah. Yakni rumah bapak Sadirin di Dusun Wora Wari Sukoreno Sentolo serta rumah bapak Ngadimin dan ibu Layem keduanya di Dusun Bulak Tuksono Sentolo. (rls)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help