Pendidikan

Tanamkan Kesadaran Jaga Lingkungan, SHARP Mobile Learning Station Sambangi SDN Gambiranom

Tanamkan Kesadaran Jaga Lingkungan, SHARP Mobile Learning Station Sambangi SDN Gambiranom

Tanamkan Kesadaran Jaga Lingkungan, SHARP Mobile Learning Station Sambangi SDN Gambiranom
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Assistant General Manager Marketing Communications PT SHARP Electronics Indonesia, Agus Soewadjie saat memberikan paparan di SDN Gambiranom, sabtu(11/8/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - SHARP Mobile Learning Station (SMLS) menyambangi SDN Gambiranom, Depok, Sleman pada Sabtu (11/8/2018).

SMLS merupakan program CSR dalam bidang pendidikan lingkungan oleh PT SHARP Electronics Indonesia dengan memanfaatkan armada servisnya menjadi mobil belajar keliling yang telah diinisiasi sejak 2016 silam.

SMLS berkeliling ke seluruh Indonesia mengunjungi sekolah-sekolah dasar guna menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Memasuki tahun kedua, SHARP Mobile Learning Station telah menyambangi belasan kota di berbagai provinsi di Indonesia untuk memberikan pengetahuan mengenai teknologi, isu seputar lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Kali ini, program SMLS mengundang 150 siswa dan siswi kelas 5 dan 6 SDN Gambiranom untuk belajar bersama mengenai bahaya pemanasan global dan bagaimana upaya untuk mencegahnya.

Baca: Bermodalkan Cat Akrilik, Siswa SMP Pangudi Luhur Sulap Piring Kaca Jadi Indah

Assistant General Manager Marketing Communications PT SHARP Electronics Indonesia, Agus Soewadjie menyampaikan, selama ini program SMLS kami selalu disambut penuh antusias oleh guru dan murid setempat.

"Kami juga mengemasnya dengan cara yang sama dan menyenangkan untuk di Yogya.Misalnya dari alat-alat praktikum yang bisa dicoba langsung oleh murid, pemanfaatan film sebagai wadah untuk belajar, hingga buku bacaan yang dapat mereka pilih sendiri," ujar Agus.

SMLS selalu dikemas menjadi berbagai rangkaian kegiatan seru, seperti pemutaran film, permainan, kuis, praktikum berkelompok, hingga lomba mewarnai.

"Untuk itu, metode pengajaran dibuat edukatif dan interaktif sehingga pembelajaran tidak melulu bersifat teoritis dan satu arah, sebaliknya juga bisa mendorong dan memupuk inisiatif serta kepercayaan diri siswa dan siswi," terangnya. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved