Pendidikan

Bermodalkan Cat Akrilik, Siswa SMP Pangudi Luhur Sulap Piring Kaca Jadi Indah

Bermodalkan Cat Akrilik, Siswa SMP Pangudi Luhur Sulap Piring Kaca Jadi Indah

Bermodalkan Cat Akrilik, Siswa SMP Pangudi Luhur Sulap Piring Kaca Jadi Indah
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Siswa SMP Pangudi Luhur menunjukkan karya lukis kaca buatan mereka. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM - Seni lukis dengan media kaca karya siswa SMP Pangudi Luhur Kota Yogyakarta menjadi salah satu stan yang paling banyak didatangi oleh pengunjung Gelar Karya Kursus dan Pelatihan Job Fair 2018 yang digelar di JEC.

Bermodalkan cat akrilik, para siswa mampu merubah penampilan gelas, piring, dan botol menjadi lebih menarik.

Dua siswa SMP Pangudi Luhur tampak sibuk melayani pengunjung Gelar Karya Kursus dan Pelatihan Job Fair 2018 yang mendatangi stan mereka.

Severinus Adrian Maitri dan Keenan Putra Namaskara Asael, nama kedua siswa tersebut, mengarahkan pengunjung untuk menjajal pengalaman melukis di atas media kaca.

Beberapa karya yang telah diubah menjadi menarik pun ditampilkan di meja registrasi pengunjung.

Mulai dari gelas dengan motif gambar beberapa pisang yang sedang hits di kalangan anak muda, bunga yang tengah mekar di dalam piring, hingga es krim di dalam selapis kaca.

Vino, panggilan akrab Saverinus menjelaskan berbagai tahapan yang harus dilakukan dalam lukis kaca.

Hal pertama yang diperlukan adalah membuat pola sesuai dengan ukuran gelas, piring, botol, atau kaca yang digunakan.

Baca: Mila Rosinta Gambarkan Kehidupan Manusia Lewat Performance Art Natas Nitis Netes

"Ukuran kertasnya disesuaikan dengan lengkungan gelas biar nanti saat menggambar bisa pas. Kertas yang sudah digambar, dimasukkan dalam gelas. Nanti langsung digambar di atas kaca sesuai pola kertas yang di dalam," bebernya.

Pada saat pewarnaan, bagian yang tak kalah penting adalah memadukan ragam warna. Hal tersebut bisa membuat hasil dari lukis kaca tampak memiliki layer atau berlapis.

"Setelah proses pewarnaan, catnya dikeringkan. Diangin-anginkan saja. Sekitar 15 menit sudah kering. Kalau mau glossy bisa ditambah lapisan lagi. Biar awet juga," imbuh Keenan.

Waka Kurikulum SMP Pangudi Luhur, Theresia Andriyani menjelaskan bahwa lukis kaca masuk menjadi salah satu materi ajar Prakarya di 2015. Hal tersebut membuat prakarya dari anak didiknya menumpuk di sekolah.

"Selama ini masih dipajang saja. Tapi ke depan rencananya akan kami upayakan untuk bisa ke marketing. Sekalian mengasah kemampuan anak-anak untuk berwirausaha," ujarnya.(tribunjogja)

Penulis: kur
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved