Idul Adha 1439 H

Hukum Melaksanakan Puasa Putih di Hari Tasyrik setelah Idul Adha, Begini Penjelasannya

Setelah Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Zulhijah, maka tiga hari setelahnya, yakni 11, 12 dan 13 adalah hari tasyrik.

Hukum Melaksanakan Puasa Putih di Hari Tasyrik setelah Idul Adha, Begini Penjelasannya
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) RI belum memutuskan tanggal berapa Idul Adha 1439 H akan dirayakan.

Namun berdasarkan kalender yang saat ini sudah beredar, Idul Adha tahun ini kemungkinan akan dirayakan sekitar tanggal 22 Agustus 2018.

Setelah Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Zulhijah, maka tiga hari setelahnya, yakni 11, 12 dan 13 adalah hari tasyrik.

Baca: Lima Tips Memilih Hewan Qurban untuk Idul Adha yang Sehat dan Sesuai Syariat Islam

Baca: Kumpulan Ucapan dan Kata-kata Mutiara Selamat Idul Adha 1439 H yang Cocok Dikirim ke Teman

Baca: Lima Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Daerah di Indonesia

Pada hari tasyrik umat Islam dilarang untuk berpuasa, karena itu merupakan hari makan dan minum.

Dalam hadits disebutkan,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).

Lalu bagaimana dengan orang yang terbiasa melaksanakan puasa sunah Senin Kamis, ayyamul bidh (puasa putih), serta puasa sunah lainnya?

Untuk diketahui, puasa putih dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 13, 14 dan 15 Hijriyah.

Padahal, tanggal 13 Zulhijah masih terhitung sebagai hari tasyrik.

Baca: Ini Penjelasan Terkait Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri

Baca: Seperti Inilah Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Jalankan Shalat Idul Adha

Baca: Inilah Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah sebelum Idul Adha

Halaman
12
Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved