Home »

DIY

Yogyakarta

Pameran Bersama Barahmus Pamerkan Berbagai Koleksi Unggulan Museum

Pameran yang berlangsung 9-13 Agustus ini diikuti oleh 30 museum dari 36 anggota Barahmus DIY yang memamerkan koleksi-koleksi unggulannya.

Pameran Bersama Barahmus Pamerkan Berbagai Koleksi Unggulan Museum
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
pengunjung saat melihat koleksi Pameran Bersama Barahmus di Benteng Vredeburg 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-47 Badan Musyawarah Musea (Barahmus), Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bersama Barahmus DIY menggelar 'Pameran Bersama Barahmus'.

Pameran yang berlangsung 9-13 Agustus ini diikuti oleh 30 museum dari 36 anggota Barahmus DIY yang memamerkan koleksi-koleksi unggulannya.

Pameran bertajuk 'Museum Sebagai Wahana Pendidikan Karakter' dibagi menjadi tiga sub tema yaitu Museum Sebagai Pelestari Budaya, Museum Sebagai Pelestari Benda Bersejarah dan Museum Sebagai Media Penunjang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Pameran yang berlangsung selama lima hari ini menampilkan koleksi-koleksi unggulan dari museum se-DIY yang sarat akan nilai-nilai luhur.

Baca: Tumbuhkan Apresiasi Terhadap Peninggalan Sejarah Melalui Pameran BARAHMUS

Diantaranya, Benteng Vredeburg menampilkan replika meriam yang merupakan sarana pertahanan Benteng Vredeburg sebagai benteng pertahanan.

Replika Meriam ini ditemukan di komplek bangunan Benteng Vredeburg pada saat dilakukan pemugaran.

Selain itu, Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman menampung replika patung dan tandu Jenderal Sudirman.

Replika tandu ini digunakan untuk mengangkut Jenderal Sudirman ketika bergerilya dalam kondisi sakit.

Sementara itu, Museum Batik menampilkan Batik Belanda atau Batik Kumpeni karya Von Franquenmont.

Baca: Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Gelar Pameran Bersama BARAHMUS

Ketua Barahmus DIY, Prof Dr Suratman mengatakan, Barahmus bercita-cita menjadikan museum sebagai pusat edukasi, pusat peradaban, pusat kebudayaan serta pembentukan karakter generasi muda zaman now.

"Harus ada inovasi dalam museum termasuk ada semangat entrepreneur dan munculnya kreator-kreator baru di museum," ujarnya pada Kamis (9/8/2018).

Saat ini pihaknya sedang menyiapkan kreator pengembangan Museum Istimewa di Yogyakarta.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help