Home »

DIY

» Bantul

Yogyakarta

Musisi Jepang Tampil di FKY 30

Panggung pertunjukkan FKY 30 tahun ini menghadirkan musisi Jepang Dozan Fujiwara dalam ‘Shakuhachi Concert’, di Panggung Pasar Seni FKY 30

Musisi Jepang Tampil di FKY 30
Dok Pri
musisi Jepang Dozan Fujiwara dalam ‘Shakuhachi Concert’, di Panggung Pasar Seni FKY 30 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Panggung pertunjukkan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 30 tahun ini menghadirkan musisi Jepang Dozan Fujiwara dalam ‘Shakuhachi Concert’, di Panggung Pasar Seni FKY 30, Planet Pyramid, Rabu (8/8/2018) malam. 

Pada konser hasil kerjasama FKY 30 dan Min-On Global Music Network ini, Dozan mengawali penampilan dengan membawakan lagu berjudul 'Ku' (langit) yang dilanjutkan deretan lagu lain seperti ‘Kohaku No Michi’ dan 'Kokoro No Tomo’. 

Dozan menjelaskan, Min-On Global Music Network merupakan program dari Min-On Concert Association yang menjadi sarana memperkenalkan budaya dan musisi Jepang untuk memperkuat pertukaran kebudayaan antara Jepang dan negara lain.

Baca: Teater FKY 30 Suguhkan Nishkala

Pada pertunjukkan kali ini, Dozan dan Seigo Takimoto berkolaborasi dengan musisi indonesia yang terdiri dari Darman Merdeka (multi percussionist), Joel Tampeng (gitaris Sirkus Barock), dan Firman Djalut (seniman tradisi Betawi) membawakan ‘Lingkaran Aku Cinta Padamu' medley 'Yamko Rambe Yamko’. Dilanjutkan ‘Kebyar-Kebyar’.

Dozan juga membawakan repertoar berjudul 'Kochi' (angin dari timur) yang merupakan karya Dozan Fujiwara.

Musisi lain yang menyertai penampilan Dozan Fujiwara adalah Renzan Kudo, Kohzan Shiba, Hozan Murasawa, Keizan Tanabe, dan Yuko Nakakita.

"Untuk pilihan lagu aku sudah bertanya lagu Indonesia yang direkomendasikan lalu terpilihlah lagu-lagu yang cocok dengan shakuhachi. Mengingat, kalau tidak cocok dan dipaksakan dengan shakuhachi, maka menjadi tidak merdu," ujar Dozan.

Baca: Pemerintah Jepang Dorong Perusahaan Berikan Libur di Senin Pagi untuk Karyawan yang Lembur

Perjalanan karya pria yang sudah bermain Shakuhachi selama satu dekade ini seringkali terinspirasi dari berbagai ide, yang kemudian dikembangkannya.

Begitu pula dengan ’Kochi’ yang diciptakan karena berangkat dari kegelisahan bahwa budaya kerapkali datang dari barat. 

Halaman
12
Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help