Techno

Apa yang Bikin Pencarian Youtube Belakangan Jadi 'Gaib?'

Restricted mode yang dialami sebagian pengguna YouTube Tanah Air pun dilaporkan bersifat permanen dan tidak bisa di-nonaktifkan.

Apa yang Bikin Pencarian Youtube Belakangan Jadi 'Gaib?'
Youtube via kompas.com
Ilustrasi restricted mode di Youtube 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Sebagian pengguna internet di Indonesia mengeluhkan layanan YouTube yang tiba-tiba mengaktifkan "restricted mode" ketika diakses sejak akhir pekan lalu.

Akibatnya, jumlah video yang ditampilkan di kanal-kanal YouTube menyusut drastis karena Restricted Mode secara otomatis menyaring video yang dinilai mengandung konten dewasa atau tidak layak konsumsi untuk orang di bawah umur.

"Kami menggunakan banyak sinyal, seperti judul, deskripsi, medatadata, review Community Guideline, dan batasan umur untuk mengidentifikasi dan menyaring konten dewasa," sebut Google dalam laman mengenai restricted mode YouTube.

Para warganet yang mendadak terkena problem Restricted Mode YouTube mengutarakan uneg-uneg di Twitter dengan bertanya kepada penyedia internet dan operator seluler.

Customer service salah satu operator seluler menjawab bahwa Restriced Mode merupakan ketentuan dari pemerintah dalam rangka mencegah masyarakat mengakses konten pornografi.

Operator seluler lain coba menawarkan solusi, antara lain dengan clear cache aplikasi YouTube dan melakukan login kembali.

Baca: Bersaing dengan IGTV, Youtube Sajikan Fitur Video Vertikal Full Screen

Bisa juga dicoba dengan mengubah setting APN di ponsel menjadi "internet", untuk bisa memunculkan opsi menon-aktifkan restricted mode.

Gara-gara pemerintah?

Pekan lalu Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A. Pangerapan memang sempat mengutarakan rencana pemerintah menepis gambar-gambar bermuatan pornografi lewat mesin pencari.

Penerapannya adalah dengan mengaktifkan fitur safe search di Google secara permanen.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help