Gunungkidul

Angka Kematian Ibu Hamil di Gunungkidul Masih Tinggi

Ia menjelaskan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) adalah dengan pendekatan keluarga, dengan cara mendekatkan akses kesehatan ke keluarga.

Angka Kematian Ibu Hamil di Gunungkidul Masih Tinggi
ist
ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Angka kematian ibu hamil di Gunungkidul masih tinggi.

Hal itu terlihat dari adanya 5 kasus kematian ibu hamil pada bulan Agustus ini, lebih tinggi dari pada tahun lalu pada periode yang sama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati.

Ia mengatakan kasus ibu hamil meninggal karena dipengaruhi beberapa faktor.

"Sebagian dipicu oleh penyakit yang tidak ada hubungannya langsung dengan kehamilan, seperti jantung, tumor, yang memiliki resiko kematian tinggi," terangnya, Kamis (9/8/2018).

Baca: Meski Hamil di Usia 67 Tahun, Perempuan Ini Bersikeras Pertahankan Kandungannya

Ia menjelaskan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) adalah dengan pendekatan keluarga, dengan cara mendekatkan akses kesehatan ke keluarga.

"Pelayanan kesehatan secara komprehensif yang meliputi pelayanan preventif dan promotif, serta kuratif dan rehabilitatif dasar. serta mendorong kunjungan Puskesmas ke keluarga," katanya.

Ia mengungkapkan, dari beberapa kasus yang ditemui memang terbanyak dari perbatasan.

"Banyak pasien rujukan, ketika pasien dirujuk kebetulan rujukannya berada di Gunungkidul," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help