Yogyakarta

Kapasitas Pangkalan Baru Terbatas, Paguyuban Becak Minta Pemerintah Berikan Solusi

Kapasitas Pangkalan Baru Terbatas, Paguyuban Minta Pemerintah Berikan Solusi

Kapasitas Pangkalan Baru Terbatas, Paguyuban Becak  Minta Pemerintah Berikan Solusi
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Seorang pengayuh becak tengah membawa wisatawan melintasi Titik Nol Km Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Koordinator Paguyuban Becak Yogyakarta, Jiyono menilai kapasitas pangkalan becak yang akan di Pendopo KB masih kurang. Hal itu tidak sebanding adanya becak yang di Yogyakarta.

"Kapasitasnya cuma 50 ya masih kurang. Jumlah becak kayuh sendiri ada berapa di Yogyakarta. Yang di Malioboro juga terbatas, 1cerukan itu maksimal cuma buat 10 becak saja. Jadi ya terbatas sekali," katanya, Rabu (8/8/2018).

Ia mengaku banyak paguyuban yang mempertanyakan nasib pangkalan becak.

"Karena saya beberapa kali koordinasi dengan Dishub, banyak teman yang menanyakan ke saya, bagaimana nanti parkirannya. Tetapi ya gimana ya, kalau model shift juga tidak memungkinkan,"lanjutnya.

Baca: November, Becak Malioboro Bakal Punya Pangkalan Baru

Jiyono menjelaskan ada banyak paguyuban becak di sekitar Malioboro. Menurutnya tidak mungkin jika kelak harus menempati pangkalan yang biasanya mangkal di daerah tersebut.

"Pangkalan sudah sendiri-sendiri. Di Abu Bakar Ali udah ada paguyuban, Pasar kembang sudah ada, nanti di Dagen ada lagi. Kalau misal biasanya di Malioboro terus mangkal di Dagen kan tidak enak to," jelasnya.

"Kalau dibagi siang dan malam juga tidak bisa. Sudah ada yang biasanya datang pagi dan nanti pulang malam. Misal yang di Bantul, datang malam terus pulang pagi. Belum lagi kalau musim libur. Ada tukang becak musiman juga,"tambahnya.

Jiyono mengaku pada dasarnya tukang becak, Malioboro khususnya mendukung adanya pembangunan dan perbaikan di Yogyakarta.

Menurutnya hal itu bisa menarik wisatawan untuk datang, dengan demikian diharapkan penghasilan tukang becak meningkat.

"Tentu kami mendukung sekali. Tetapi ya kami juga berharap ada solusi yang terbaik nanti bagaimana," tutupnya. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved