Home »

DIY

» Sleman

Sleman

Jelang Pesta Demokrasi, Masyarakat Diharap Bijak Menyaring Informasi

Kapolres Sleman, AKBP M. Firman Lukmanul Hakim mengatakan, bahwa informasi diibaratkan dua sisi mata uang.

Jelang Pesta Demokrasi, Masyarakat Diharap Bijak Menyaring Informasi
TRIBUNJOGJA.COM / Panji Purnandaru
Kapolres Sleman, AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim saat ditemui Tribun Jogja di ruangannya, Selasa (6/2/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jelang pesta demokrasi dan memasuki tahun politik, banyak bersliweran informasi baik yang bermuatan kepentingan tertentu maupun yang mengedukasi masyarakat.

Terkait hal tersebut, pihak Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih selektif menyaring informasi, khususnya informasi dari media sosial (Medsos).

Karena jika tidak dilakukan, sebuah informasi yang belum valid dan disebarluaskan berpotensi terjadinya penyebaran hoaks alias berita bohong di tengah-tengah masyarakat.

Kapolres Sleman, AKBP M. Firman Lukmanul Hakim mengatakan, bahwa informasi diibaratkan dua sisi mata uang.

Di mana dua sisi tersebut terdapat perbadaan yang diibaratkannya lagi adalah sisi yang baik dan buruk.

Baca: Kumpulkan Komunitas Jip Wisata, Kapolres Sleman Ajak Benahi Jip Agar Laik Jalan

Menurutnya, dengan adanya dua sisi tersebut masyarakat dihimbau menyikapi informasi yang baik dan bermanfaat, bukannya informasi yang menggiring ke arah tertentu dan kevalidannya dipertanyakan.

"Nah, disinilah perlunya kita untuk mensortir dan mengerti apakah informasi itu baik dan buruk, dan apakah perlu dan tidak sebagai pengguna informasi. Kedua, sebagai pemberi informasi tolonglah bijak dalam memberi informasi agar tidak menjadi kebohongan publik dan menyebar hoaks," katanya, Rabu (8/8/2018).

Lanjutnya, efek dari berita hoaks dapat berjangka panjang, karena itu Kapolres mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna informasi untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang diperolehnya.

Apalagi langsung menyebarkannya melalui medsos dan aplikasi chat berbasis daring.

"Apalagi ini jelang melaksanakan pemilihan umum, jadi himbauannya mari sama-sam cerdas dan bijak dalam memilih informasi. Jadikan informasi itu bukan sebagai sarana komunikasi sepihak tapi dua pihak," ujarnya.

Baca: Akibat Broadcast Hoaks soal Kesehatan, Pria di China Ini Tewas

Ditambahkannya, terkait informasi dirasa Kapolres peran media resmi sangatlah penting untuk mengetahui informasi tersebut valid atau tidak.

Mengingat tidak semua informasi dapat diketahui oleh pihaknya, karena itulah peran media sangat penting sebagai perantara akan adanya suatu informasi ke masyarakat.

"Peran media resmi sangat baik dan penting, karena kan sebagai jembatan dari Polisi ke masyarakat, dan sama juga dari masyrakat ke petugas. Karena tidak semua info diketahui oleh Polisi dan pemerintah, dan bisa diketahui dari media melalui masyarakat," ucapnya.

"Dan satu hal yang penting, adalah informasi yang diberikan turut mengedukasi agar masyarakat lebih bauk lagi dan mindsetnya terbuka dalam menyikapi suatu informasi," ucapnya lagi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help