Bisnis

Forum MIKTA Bahas Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan untuk Ekonomi Kreatif dan Perdamaian

Langkah ini menjadi kesempatan Indonesia memaparkan visi dan usulan terkait jaringan destinasi wisata untuk pengembangan berkelanjutan.

Forum MIKTA Bahas Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan untuk Ekonomi Kreatif dan Perdamaian
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Foto bersama peserta anggota MIKTA dalam forum yang digelar di Marriott Hotel Yogyakarta, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Forum kemitraan lintas negara yang terdiri dari lima anggota yang tergabung dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) menggelar pertemuan di Marriot Hotel Yogyakarta, Rabu (8/8/2018).

Sebagai Koordinator pada tahun ini, peran Indonesia dalam Forum yang diisi oleh lima negara anggota G20 ini mengusung tema atau misi dua pilar utama yakni kerjasama ekonomi kreatif dan perdamaian global atau 'Fostering Economy Creative and Contributing to Global Peace'

Menurut Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri, Muhsin Syihab, Forum MIKTA membahas mengenai pembangunan jaringan anggota dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan atau 'Building MIKTA’s Network on Sustainable Tourism Development'.

Baca: Promosikan Pariwisata Yogyakarta, Asita Ingin Undang Blogger dan Jurnalis Indochina

"Dalam forum ini masing-masing negara akan bersepakat membangun dan memformulasikan berbagai kebijakan atau kerjasama teknis yang tangible, konkrit dan implementable untuk masing-masing negara," katanya disela acara.

Isu dengan tujuan kerjasama ekonomi kreatif menjadi bahasan yang disepakati dalam forum yang digelar selama dua hari di Yogyakarta ini.

Selain itu, pilar utama bahasan yang tengah dijalin dari kelima negara anggota ini yakni membangun tourism network sehingga nantinya akan menciptakan sebuah kebijakan yang mampu meningkatkan tourism di negara masing-masing.

"Harapannya pariwisata bisa meningkat, kerjasama juga akan menciptakan kebijakan yang efektif, efisien dan optimal. Kita bisa belajar dari Meksiko, Turki, Australia, Korea sehingga tercipta ekonomi kreatif dari kerjasama jaringan pariwisata ini," lanjutnya.

Baca: Tingkatkan Kerjasama Industri Pariwisata, Indonesia - Malaysia Gelar Tourism Gathering 2018.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga menggandeng Kementerian Pariwisata untuk memaparkan flagship program Suistanable Tourism Development yang dibahas dalam forum tersebut.

Langkah ini menjadi kesempatan Indonesia memaparkan visi dan usulan terkait jaringan destinasi wisata untuk pengembangan berkelanjutan.

"Ini yang ingin kami kawinkan, kami ingin menjadikan sebuah wadah yang bisa kita gunakan untuk media berbagi pengalaman sehingga turisme di masing-masing negara bisa meningkat," katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi Informasi dan Digital, Sam Sriyono menuturkan flagship yang diterapkan dalam kementeriannya mendukung dua pilar utama yang dicanangkan oleh MIKTA yakni ekonomi kreatif dan perdamaian global sehingga hal ini perlu disampaikan dalam forum yang diisi oleh negara-negara dengan tourisme yang tengah berkembang.

"Digital yang kita terapkan dalam tourism itu mendukung tiga sektor yakni economic, environment dan community, yang kita paparkan dan coba tawarkan adalah tourism exchange sebagai marketplace untuk membantu destinasi wisata unik di Indonesia," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help