Home »

DIY

» Sleman

Sleman

Pemkab Sleman Serius Tangani Permasalahan Pencemaran Sumber Air

Pada tahun 2018, Pemkab Sleman setidaknya telah membangun 1.497 unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) individu di 8 kecamatan.

Pemkab Sleman Serius Tangani Permasalahan Pencemaran Sumber Air
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Permasalahan mengenai pencemaran sumber air akibat sampah domestik tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pada tahun 2018, Pemkab Sleman setidaknya telah membangun 1.497 unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) individu di 8 kecamatan.

Selain itu, di tahun 2017, setidaknya sudah dibangun IPAL Komunal yang tersebar di 14 kecamatan.

Baca: Dinkes Sleman akan Kaji Aturan Baru BPJS Kesehatan tentang Persalinan

Bupati Sleman, Sri Purnomo menerangkan di tahun 2018 Pemkab Sleman akan membangun 7 IPAL komunal lagi di 7 kecamatan.

Menurut Bupati, untuk meminimalisir pembuangan sampah rumah tangga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman tengah melayani 2.765 pelanggan serta memberikan pelayanan penyambungan jaringan air limbah terpusat.

"88,7% masyarakat Kabupaten Sleman mendapatkan air minum dan air bersih dari sumber yang terlindung. Dari jumlah tersebut sejumlah 28,92% diantaranya mendapat layanan penyediaan air minum perpipaan," terangnya.

Bupati menerangkan, di tahun 2017 jumlah KK yang mendapat sanitasi layak mencapai 96,07% atau sejumlah 311.919 KK, atau meningkat 12,6% dibanding tahun 2015.

Dari kondisi tersebut masih ada 12.767 KK yang masih menggunakan jamban tidak aman.

Baca: Gelar Potensi Pertanian, DP4 Sleman Perkenalkan Produk Lokal ke Masyarakat

"Pemkab Sleman menargetkan di tahun 2019 angka tersebut bisa diminimalisir. Sejak tahun 2016 Pemkab sudah bekerjasama dengan Bremen Overseas Research And Development Association (BORDA) Indonesia dalam meminimalkan kawasan kumuh serta memenuhi akses sanitasi layak di Kabupaten Sleman," katanya.

Sri Purnomo menambahkan, kerjasama tersebut bertujuan untuk mewujudkan sanitasi berbasis masyarakat yang berkualitas dan terjangkau. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help